Showing posts with label ODOP. Show all posts
Showing posts with label ODOP. Show all posts

Wednesday, April 14, 2021

4 Kegiatan yang Bisa Bunda Lakukan Untuk Pengembangan Karakter Anak

April 14, 2021 0 Comments


Kegiatan Pengembangan karakter anak

Banyak cara dapat dilakukan bunda untuk pengembangan karakter anak. Pendidikan karakter dapat pula dilakukan dengan berbagai metode serta cara penerapan dari setiap metode yang ada. Pentingkah pendidikan karakter bagi anak?, sangat penting mengingat bahwa pendidikan karakter perlu dilakukan sejak usia dini. Linkona (2005) mengatakan bahwa “Seorang anak hanya wadah dimana orang dewasa dapat diciptakan”. Dengan demikian pendidikan karakter pada anak sejak dini sangatlah penting dan akan mencerminkan bagaimana mereka ketika dewasa.

Di masa pandemi Covid-19 ini, bunda memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama anak dirumah. Efektifitas pendidikan karakter selama pandemi, menjadi momentum yang bisa bunda manfaatkan untuk memberikan stimulasi tepat bagi perkembangan karakter mereka.

Ilustrasi Pentingnya Pengembangan Karakter

Suatu ketika Arsyad siswa kelompok A Raudhatul Athfal tempat saya mengajar, mulai tampak menunjukkan sikap tidak nyaman ketika mendengar bahwa kami akan melakukan kegiatan melompat di luar kelas. Arsyad semakin tampak murung ketika seluruh siswa telah berada di halaman sekolah dan bersiap untuk aktifitas fisik tersebut. Tak berselang lama Ia menangis tanpa sebab yang saya tidak ketahui kala itu.

Saat diberi pertanyaan Arsyad seperti biasa hanya diam dan tidak memberi jawaban apapun terkait sebab mengapa ia menangis. Sampai saya teringat sesuatu tentang bagaimana kemampuan fisik motorik Arsyad yang saat itu masih berada jauh di bawah teman-teman yang lain. Arsyad masih sering kesulitan melakukan aktifitas motorik kasar yang akhirnya membuat ia tidak percaya diri. Ketidak percayaan dirinya tersebut menjadikan karakter Arsyad yang pendiam dan sulit mengungkapkan perasaanya.

Karakter tersebut perlahan kami upayakan, Arsyad perlu memahami bahwa setiap anak berbeda. kondisinya bukan masalah yang sangat berarti dan perlahan Arsyad kami ajak berdiskusi untuk mengenal dirinya lebih dekat, memberinya pujian serta membantu ia mengungkapkan perasaannya. Faktnya Arsyad yang kesulitan melakukan aktifitas motoric kasar ternyata sangat menonjol dalam Aspek Perkembangan Kognitifnya.

Dari ilustrasi di atas, kita sadar bahwa satu masalah ketidak percayaan diri, ditemukan beberapa karakter anak yang akhirnya ditimbulkan. Jika orang tua abai karakter tersebut akan lekat pada diri mereka hingga dewasa. Maka sangat penting bagi orang tua untuk memberi stimulasi tepat bagi perkembangan karakter anak melalui kegiatan-kegiatan seperti berikut ini.

Kegiatan-Kegiatan untuk Mengembangkan Karakter Anak 

Kegiatan Pengembangan karakter anak

  1. Kegiatan Untuk Meningkatkan Harga Diri yang Positif dan Kebiasaan Hidup Sehat

a. Alat dan bahan yang bunda perlukan

  • Kertas Karton
  • Spidol
  • Gunting
  • Lem
Gambar tokoh
b. Kegiatan yang dapat dilakukan
  • Bantu anak membuat potongan berbentuk hati dari kertas karton
  • Ajak anak menggambar potret dirinya dalam kertas tersebut
  • Siapkan gambar tokoh atau orang-orang dengan karakter dan sifat yang disukai anak anak
  • Gunting dan temple gambar-gambar tersebut di sekitar pola hati. Kemudian pajang hasil proyek tersebut.
  • Sepanjang mengerjakan projek ajak anak berbicara tentang apa yang mereka sukai tentang diri sendiri dan orang-orang yang mereka kagumi. Bantu anak menyebutkan kelebihan yang mereka miliki serta dorong mereka untuk berbagi berbagai aspirasi tentang dirinya.
c. Saran Kegiatan
  • Bantu dan berikan dorongan agar anak memahami tujuan dari kegiatan di atas
  • Memberi tindak lanjut agar anak mampu bersikap positif dan peduli terhadap diri sendiri.
  • Bangun percakapan dengan anak mengenai bagaimana hal positif tersebut perlu dilakukan secara terus-menerus menjadi sebuah kebiasaan.

    2. Kegiatan Untuk Mempertimbangkan Perasaan Orang Lain

a. Kegiatan yang dapat dilakukan
  • Membuat pola lingkaran pada karton berwarna kuning, lalu gambarkan emotikon senyum di atasnya, kemudian temple emotikon tersebut padakertas putih.
  • Di sekitar emotikon mintalah anakuntuk menggambarkan berbagai ekspresi saat mereka marah, sedih, kesepian atau takut.
  • Ajak anak berbincang tentang hal-hal yang dapat membuat mereka bahagia, marah, takut dan sedih. Serta diskusikan bagaimana jika tindakan-tindakan tersebut terjadi pada orang lain, bagaimana mereka akan bereaksi, bagaimana mereka dapat mengontrol emosi.
b. Saran Kegiatan
  • Sepanjang kegiatan berikan reward dan pujian pada anak secara wajar secara verbal atau memberikan senyuman dan reward stiker bintang.
  • Diskusikan pentingnya bersikap bijaksana kepada orang lain serta memahami perasaan mereka.

3.  Kegiatan untuk Mengembangkan Respect Of Nature

a. Kegiatan yang dapat dilakukan
  • Membuat pola bentuk Bumi berwarna biru lalu temple di kertas putih
  • Disekitar bentuk bumi mintalah anak untuk menggambar atau menempel bentuk binatang dan tumbuhan.
  • Sepanjang kegiatan beri stimulasi pada anak untuk berbicara tentang binatang dan tumbuhan. Bagaimana keduanya dapat bertahan hidup serta apa saja hal-hal yang dapat membahayakan hewan juga tumbuhan serta minta mereka untuk menjalaskan apa yang harus dilakukan untuk menjaga binatang dan tumbuhan.
b. Saran Kegiatan
  • Selama melakukan kegiatan beri anak reward berupa stiker atau emoticon senyum saat mereka mampu memberi sikap yang baik terhadap alam.
  • Berikan dorongan pada mereka untuk memberi contoh yang baik terhadap temannya dalam menjaga alam.

4. Kegiatan Pengembangan Respect untuk Keselamatan Diri

a. Kegiatan yang dapat dilakukan
  • Potong pola bentuk segi lima dan tuliskan kata “AWAS” di atasnya kemudian tempel di kertas berwarna putih.
  • Pada setiap sudut pola, mintalah anak untuk menempel gambar-gambar benda yang berbahaya dan harus dihindari. Seperti pisau, racun, orag asing, api dan sebagainya.
  • Ajak anak berdiskusi tentang bagaimana cara mereka menciptakan rasa aman untuk diri sendiri dan orang lain.
b. Saran Kegiatan
  • Beri stimulasi pada anak untuk menyebutkan tempat-tempat berbahaya di sekitar rumah.
  • Topik lain yang dapat dibicarakan bersama anak diantaranya tentang pertolong pertama pada kecelakaan, cara meminta pertolongan dan sebagainya.

Gimana bunda?, sudah terbayang bukan?, apa saja dan bagaimana melakukan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan karakter anak. So…. Jangan lupa dicoba dirumah bersama anak-anak ya bun








Wednesday, March 24, 2021

Kenali 7 Karakteristik Anak Usia Dini, Temukan Kejutannya!

March 24, 2021 0 Comments

Karakteristik anak usia dini


Banyak hal yang menjadi perbincangan menarik saat mengangkat topik terkait Anak Usia Dini. Di samping pertumbuhan dan perkembangannya, mereka hadir dengan keunikan yang khas dalam berbagai aspek. Sebagai salah satu pendidik Anak Usia dini, ketertarikan mempelajari keunikan mereka menjadi kejutan menarik saat menemukan secara langsung apa yang sebelumnya telah saya pelajari.

Disamping kecerdasan majemuk sebagai salah satu bukti bawa Anak Usia Dini sangat unik, mereka juga memiliki karakter yang hadir dengan kekhasannya. Berikut 7 Karakteristik Anak Usia Dini tersebut diantaranya:


karakteristik anak usia dini

1. Memiliki Rasa Ingin Tahu Yang Besar

Beberapa orangtua terkadang mengeluhkan kebiasaan anaknya yang suka dengan aktifitas membongkar pasang benda-benda disekitarnya. Misal seorang anak yang dibelikan mainan, alih-alih hanya memainkan mainannya dia justru membongkar hingga tak jarang berakhir dengan rusaknya mainan tersebut. Satu sisi hal itu terkadang membuat orangtua geram dan menyesalkan tindakan sang buah hati, namun di sisi lain inilah letak dimana seorang anak menunjukkan identitasnya sebagai pribadi yang unik.

Ketertarikan anak-anak terhadap dunia sekitar sangatlah besar, ketertarikan tersebut pula lah yang kemudian mendorong rasa ingin tahu yang mereka tunjukkan melalui perbuatan dan pertanyaan. Aktifitas membongkar pasang mainan misal, membuktikan bahwa anak-anak menunjukkan rasa ingin tahunya dengan berusaha menemukan apa yang mereka cari dalam sebuah objek bernama mainan. Membongkarnya merupakan tindakan yang dilakukan untuk mendapatkan jawaban dari rasa ingin tahu mereka.

Pada kondisi yang lain, seorang anak menunjukkan rasa penasaran mereka terhadap sesuatu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang biasanya diwujudkan dengan kata “apa dan mengapa”. Ciri khas yang ditunjukkan adalah berusaha memperoleh jawaban dengan terus menerus mengajukan pertanyaan yang terkadang membuat orangtua atau pendidik mengahadapi kesulitan untuk memberikan jawaban yang tepat. Misal: satu ketika saya dihadapkan pada seorang anak usia kelompok B yang bertanya kenapa Allah hanya satu?, kenapa Allah bukan laki-laki dan perempuan?, hingga kenapa Allah hanya satu tapi bisa melihat apapun didunia ini?. Agak merinding saat itu, salah jawab anak-anak akan salah pula memahami. Dengan begitu, sebagai pendidik kita perlu memiliki beragam strategi dan tindakan antisipasi ketika dihadapkan pada kondisi tersebut.

2. Merupakan Pribadi yang Unik

Jangankan anak kita dengan anak orang lain, saurada kandung bahkan saudara kembar pun tidak akan pernah memiliki persamaan yang sangat identik. Karena sejatinya setiap anak berbeda dan memiliki keunikan masing-masing. Tidak hanya terlihat dari ciri fisik saja, dalam konteks lain orangtua atau pendidik dapat menemukan keunikan anak melalui perilaku, minat, gaya belajar dan latar belakang keluarganya.

Keunikan yang dapat terbentuk dari faktor genetik dan lingkungan menjadikan anak-anak memiliki kekhasannya masing-masing. Penting bagi orangtua dan pendidik untuk menemukan keunikan anak terutama dalam hal minat. Karena dengan begitu kita dapat mengakomodasi setiap keunikan anak.

3. Suka Berimajinasi dan Berfantasi

Di rumah saat bermain bebas, Saka senang bermain imajiner. Ibunya sering kali melihat Saka berbicara dan bercengkrama dengan mainan figure hewan miliknya, dia sangat menikmati aktifitas tersebut seolah figure hewan miliknya itu benar-benar hidup dan menjadi temannya. Hal tersebut wajar dan dilakukan hampir oleh semua anak khususnya pada usia 3-4 tahun. berimajinasi dan memiliki teman imajiner menjadi karakteristik umum pada Anak Usia Dini

Sedangkan berfantasi juga adalah kondisi yang sering kita lihat pada anak-anak. Bahkan jika masih ingat, saat seusai mereka kita melakukan hal serupa. Anak-anak mampu membuat gambaran khayal yang luar biasa, membayangkan dan mengembangkan hal jauh dari kondisi nyata. Seperti halnya ketika mereka menjadikan karpet sebagai kapal, box bekas sabun atau pasta gigi sebagai telepon dan lain sebagainya.

4. Masa Paling Potensial Untuk Belajar

Pernah dengar istilah Golden Age atau Usia Emas?, istilah ini menggambarkan masa potensial Anak Usia Dini untuk mempelajari berbagai hal, terutama saat usia mereka masih di bawah 2 tahun. ini sangat berlasan mengingat pada usia ini pula anak mengalami perkembangan yang sangat dalam berbagai aspek. Sehingga agar masa peka ini tidak terlewati penting bagi anak untuk memperoleh stimulasi yang tepat dan hal-hal yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

5. Menunjukkan Sikap Egosentris


Wednesday, March 17, 2021

6 Cara Untuk Selalu Berfikir Positif, Kamu Harus Coba!

March 17, 2021 0 Comments

Cara Berfikir Positif

Masalah atau musibah sejatinya bisa datang kapan pun juga menimpa siapa pun. Berdasarkan skala permasalahan dan sifat dasar seseorang, respon yang ditimbulkan dalam menanggapi setiap masalah juga akan beragam. Namun pada dasarnya respon tersebut hanya memiliki dua sifat yakni positif dan negatif. Selanjutnya jika sebuah masalah menimpa Wbers, mana yang kemudian akan kalian pilih sebagai respon dalam menanggapi masalah tersebut?.

Pernah dengar istilah Positive Thinking atau berfikir positif?, tentu harapannya setiap individu dapat responsive terhadap hal-hal yang bersifat positif dalam menanggapi sebuah permasalahan, salah satunya adalah berfikir positif. Masalahnya aktifitas berfikir positif ini bukan sesuatu yang dapat dikatakan mudah, tentu perlu proses untuk sampai pada tahap always be positive thinking. Namun tidak mustahil jika Wbers terbiasa melakukan hal-hal yang membuat kalian selalu dapat berfikir positif. Berikut adalah tips berfikir positif ala widyabahri.com.


cara berfikir positif

1. Lihat Sisi Baiknya

Allah menciptakan makhluk beserta pasangannya, begitu pun masalah selalu hadir beserta solusinya. Kehadiran sepasang masalah dan solusi menunjukkan bahwa setiap masalah adalah baik, apa yang Allah berikan sekalipun bagi kita adalah kesulitan, bagi Allah itu baik dan senantiasa memiliki sisi yang juga baik. Namun sisi baik tidak datang dengan sendirinya, hanya bagi mereka yang peka, yang kemudian menemukannya.

Tenang…. Kepekaan itu bisa dilatih kok, saat Wbers sulit menemukan sisi baik dari setiap masalah, maka carilah sampai kalian menemukannya. Caranya adalah dengan meyakini bahwa apa yang menimpa kita selalu Allah hadirkan di dalamnya kebaikan. Nah…. dengan begitu Wbers akan mudah menemukan sisi baik yang akan membantu Wbers tetap senantiasa berfikir positif.

2. Biasakan Bersyukur

Ini adalah part paling menantang, kenapa? Karena melakukannya tak semudah mengucapkannya. Bersyukur karena mendapat kebahagian tentu sangat mudah namun besyukur untuk sebuah kesulitan butuh effort yang luar biasa. Tenang, santai, ini patut kita coba tanpa membuat Wbers merasa mustahil melakukannya. Sungguh sangat mungkin, dan di luar sana banyak orang telah melakukan ini, melatih jiwa mereka untuk senantiasa bersyukur dalam kondisi sesulit apapun.

Sekali lagi santai aja, kalau kata lagu “Pelan-pelan Saja”. Setidaknya kalian udah punya niat untuk mulai selalu mebiasakan diri bersyukur dalam setiap kondisi. Cara yang perlu Wbers lakukan tetap sama, yakinlah bahwa apapun yang sampai pada kita, sekalipun terasa menyakitkan semua datang dari Allah. Setiap yang datang dari Allah pasti baik dan patut kita syukuri. Dengan membiasakan bersyukur insyaallah kita akan akan terbiasa pula berfikir positif.

3. Berbicar Positif Pada Diri Sendiri

Seringkali kita melakukan berbagai cara untuk terlihat baik dihadapan orang lain termasuk berbicara baik kepada mereka. Namun lupa bahwasanya diri kita sendiri memerlukan asupan kalimat-kalimat positif. Jika sulit memperoleh hal tersebut dari lingkungan kita, sudah jelas upaya satu-satunya adalah berbicara hal positif pada diri kita sendiri. Memuji secara wajar sebagai bentuk apresiasi kemudian berterimakasih pada diri sendiri menjadikanmu lebih positif dan mudah untuk berfikir positif

4. Lebih Banyak Tersenyum

Percaya atau tidak tersenyum memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia, diantaranya menaikan mood, menimbulkan efek bahagia, meningkatkan rasa percaya diri serta dapat menyalurkan energi positif kepada orang lain. Bagaimana jadinya jika kita sering tersenyum, tentu akan semakin banyak pula terkumpul energy positif dalam diri kita bahkan siap kita salurkan kepada orang di sekitar.

5. Mengembangkan Optimisme

Bicara tentang optimisme maka kita sedang berbicara tentang harapan. Harapan yang dimaksud tentu adalah harapan-harapan baik seseorang akan kehidupannya detik ini hingga kehidupan yang akan datang. Memiliki sikap optimis memungkinkan seseorang berfikir dan bertindak lebih positif, maka penting bagi Wbers untuk mengembangkan optimisme dalam diri kalian.

6. Berada di Lingkungan Orang-orang Positif

Lingkungan positif membawa kita pada kehidupan yang juga positif begitu pun sebaliknya. Maka sangat penting memilih dan memilah sebelum terlanjur masuk dalam sebuah lingkungan. Berada di lingkungan orang-orang yang positif tidak akan menjerumuskan kita pada kemungkinan melakukan banyak penyimpangan.

Hidup diantara mereka yang positif membuat kita akan cenderung berfikir serta berbuat lebih banyak hal positif dalam kehidupan.



Gimana???



Apa Wbers sudah atau memang sedang berupaya untuk selalu bersikap dan berfikir positif?. Tips di atas mungkin bisa di coba dan membantu Wbers. Pada intinya semua didasari pada keharusan meyakini apa yang Allah berikan adalah sebuah kebaikan. Keep Positive dan semangat untuk selalu berfikir positif ya.

Tuesday, March 16, 2021

Para perawan remaja

March 16, 2021 2 Comments

para perwan remaja

 

Para perawan remaja berkemas

Harapan tersenyum di hadapan

Sebuah negeri hendak mereka taklukan

Sebagai tempat menempuh pendidikan

 

Para perawan remaja berkemas

Meninggalkan sanak keluarga

Janji-janji keindahan mengusir sesak

Toh keluarga, kelak akan kembali jumpa

 

Diangkut kapal, para perawan remaja

Semula terasa biasa saja

Bahkan harapan itu masih ada

Kegemilangan menanti di seberang

 

Tak berselang lama, harapan berganti petaka

Janji-janji indah hanyalah iming-iming belaka

Layaknya binatang, mereka diperlakukan

Perawan remaja menjadi korban para tentara

 

Menghadapi keganasan manusia bukan manusia

Bahkan saat mereka telah tak berkuasa

Para perawan remaja terbuang

Pun jejaknya menghilang.

#RCO9

#OneDayOnePost 

#ReadingChallengeODOP9

 

 

 

 



Wednesday, March 10, 2021

Esensi Bergabung dan Belajar dari ODOP Blogger Squad

March 10, 2021 0 Comments
odop blogger squad

Ngeblog sendiri tanpa bergabung dalam sebuah komunitas bukan nggak mungkin, tapi komunitas memungkinkan aktifitas ngeblog kita menjadi lebih berkesan dan ringan. Sebelum menjadi bagian dari komunitas ODOP saya hanya menerka bagaimana menjadikan blog ini sebagaimana blog-blog yang pernah dikunjungi. Blog dengan template yang menarik, tulisan-tulisan berkesan juga memberi manfaat bagi banyak orang.

Komunitas juga memudahkan perjalanan ngeblog yang memang nggak bisa dibilang mudah. Namun bicara soal komunitas, tidak semua komunitas cocok dengan setiap individu. Hal ini berhubungan dengan bagaimana kondisi dan kenyamanan hati dari masing-masing individu untuk menerima regulasi dari setiap komunitas. Di ODOP Blogger Squad kecocokan itu membuat saya susah berpaling dan sejauh ini nggak rela seandainya harus keluar dari komunitas tersebut.



Mencintai ODOP Blogger Squad

Bertahun-tahun yang lalu bikin akun Blogger dan hanya berisikan curhatan receh, ternyata menjadi langkah awal menemukan new experience yang keren. Memasuki tahun kelima blog ini, tepatnya ramadhan tahun 2020 lalu, dipertemukanlah saya dengan salah satu komunitas kepenulisan yakni ODOP (One Day One Post). Berawal dari ikut event RWC (Ramadhan Writing Challenge), semakin berdatangan pula info terkait event kepenulisan yang lain. Hingga akhirnya bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar ODOP melalui open recruitmennya (OPREC) ODOP pada akhir tahun 2020.

ODOP Blogger Squad menjadi pilihan saat harus memilih. Dari seluruh squad yang ada saya menyukai semuanya karena sejatinya menulis telah menjadi bagian dari diri ini. Tapi entah kenapa ODOP Blogger Squad menjadi tampak bersinar dan pilihan jatuh padanya tanpa proses berfikir yang panjang. Benar saja, semakin hari semakin jatuh cinta rasanya. Ada banyak alasan di samping bisa memperoleh ilmu-ilmu ngeblog secara gratis, ya…. Gratissss (keren nggak tuh!). Alasan-alasan tersebut diantaranya adalah kesempatan mengenal sosok-sosok inspiratif juga kesempatan mempelajari apa yang saya telah lihat, dengar , rasakan juga dapatkan di dalamnya.

Belajar dari ODOP Blogger Squad (OBS)

odop blogger squad


Jika di tanya perihal apa yang saya dapat ketika bergabung dengan komunitas ini, tentu banyak. Namun yang paling berkesan adalah tentang pengalaman belajar dan mempelajari hal-hal keren di luar ngeblog itu sendiri. Lah…. Emang belajar apa lagi di OBS selain ngeblog?, penasaran kan?, hehe, kalau belum, fiks kamu harus gabung.

1. Loyalitas Tanpa Batas

Semua yang kita dapat di ODOP khususnya squad blogger free alias gratis…tiss…tiss. Bayangkan saja, dalam sebuah komunitas mereka memfasilitasi untuk terus belajar, kita dapat materi keren seputar blogging plus dimentorin pula sama pije-pije yang kece badai. Bahkan seandainya ada yang kita nggak ngerti mereka akan dengan ramah melayani, menjawab pertanyaan-demi pertanyaan yang nggak datang dari satu atau dua orang saja. Lebih kerennya lagi semua itu benar-benar tanpa dimintai bayaran sepeser pun.

Dari gambaran itu saya belajar bahwa mereka yang berperan sebagai penanggungjawab atau katakanlah pengurus dari tetap berdirinya komunitas tersebut, benar-benar memberikan waktu dan tenaga untuk sepenuhnya berbagi hal-hal baik. Menjalankan tugas dan setiap tanggungjawab terhadap orang-orang yang secara finansial tidak membayar mereka untuk itu. Loyalitas yang tak berbatas, kesetian terhadap ODOP benar-benar menjadikan ODOP semakin tumbuh besar hingga saat ini.

2. Inspirasi Produktifitas

Bener-bener malu banget sama orang-orang dikomunitas ODOP terutama squad blogger. Sejak punya blog sampai blog ini sempat di penuhi jaring laba-laba, alasan terkuat membiarkannya begitu saja adalah karena merasa nggak ada waktu. Bekerja dan banyak hal yang harus dilakukan sehingga ngeblog menjadi kalah prioritas.

Belajar dari komunitas ODOP Blogger Squad hal itu tidak sama sekali berlaku di komunitas ini. Faktanya para blogger berprestasi di dalamnya tidak hanya berprofesi sebagai blogger saja. Sama halnya dengan saya, mereka juga bekerja, sekaligus istri dan ibu rumah tangga, bahkan merangkap sebagai womenpreneur. Tapi luar biasa mereka dapat mengatasi semuanya dengan baik. menjalankan seluruh tanggungjawab dengan jumlah waktu sama dengan yang saya miliki. Jika mereka mampu menjadi sangat produktif, lalu apa yang kemudian membuatku terus beralasan hingga merasa tak mampu membagi waktu.

3. Belajar Membangun Energi Positif

Entah bagaimana ODOP membangun sebuah atmosfir yang menyenangkan saat berada di dalamnya. Saya tidak tahu apakah hal ini dirasakan seluruh member ODOP Blogger Squad atau tidak?. Yang jelas sampai detik ini saya merasa sangat positif saat berinteraksi dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan ODOP khususnya Squad Blogger. Kemungkinan terbesar adalah dari apa yang orang-orang di dalamnya perbuat. Mereka memberi tanpa berharap menerima kembali. Hal tersebut yang kemudian memancarkan energi positif. Dan jelas ini menjadi  pelajaran berharga di luar apa yang saya dapat terkait aktivitas blogging yang harus dilakukan. 



Esensi Bergabung dengan ODOP Blogger Squad

Apa yang kita dapatkan di komunitas ini sepenuhnya adalah pelajaran-pelajaran terkait dunia blogging. Walaupun ternyata jika kita lebih peka, tidak hanya pelajaran tentang itu saja yang kita dapatkan. Lebih jauh kita tengah mempelajari seluruh elemen bersosial yang melibatkan setiap individu di dalamnya. Jadi pada dasarnya esensi dari bergabungnya kita dalam ODOP Blogger Squad adalah untuk belajar. tentunya belajar apapun yang perlu dan patut kita pelajari dengan bahagia dan senang hati.

Terimakasih, ODOP Blogger Squad















Wednesday, March 3, 2021

3 Hal Penting Kenapa Harus Punya Big Why saat Ngeblog

March 03, 2021 0 Comments




big why


Temukan THE BIG WHY masing-masing, karena saya percaya setiap dari kita punya the BIG WHY nya masing-masing yang akan menuntun dan menjadi landasan perjalanan ngeblog kita ke depannya.


Kutipan di atas saya ambil dari Mbak Marita Ningtyas dalam materi yang saya dapet di komunitas ODOP Blogger Squad pekan ini. Setiap blogger memiliki BIG WHY nya masing-masing, dan ini menjadi sangat penting. Kenapa penting?, Wbers nggak mau kan kalo aktivitas ngeblog yang selama ini dilakukan hanya sekedar ikut-ikutan dan nggak bermakna?. Di samping itu tentu kalian juga punya tujuan kenapa akhirnya memutuskan untuk menekuni dunia blogging.

Mungkin salah satu diantara semua alasan yang ada adalah meraih sukses, ingin blognya dikenal banyak orang, dan memberi manfaat bagi lebih banyak orang juga. Nah…. untuk mencapai kesuksesan itu kita perlu BIG WHY dalam melakukan perjalanannya. Karena saat melakukan sesuatu, tentu kita memiliki alasan mengapa akhirnya memutuskan melakukannya. Begitu pun ketika Webers ngeblog, pasti ada alasan yang melatar belakangi untuk terus menulis, posting, share hingga melakukan beragam upaya optimasi agar blog kita di datangi banyak pengunjung.

Lalu seberapa penting sih seorang blogger memiliki alasan besar kenapa dia harus ngeblog?. Sebagai blogger yang terbilang pemula dan moody an ini, saya merasa Big Why amat sangat penting untuk tetap bertahan melakukan segala tahapan menjadi blogger professional. Yuk…. simak 3 alasan pentingnya memiliki Big Why saat ngeblog.

big why


1. Big Why Membuatmu Bertahan

Di komunitas ODOP, selain mendapatkan ilmu tentang dunia blogging dan seluruh isinya, semua peserta juga dihadapkan pada beragam tantangan yang harus diselesaikan setiap pekannya. Tantangan demi tantangan tersebut semakin memperlihatkan siapa yang kuat mereka lah yang akan bertahan. Tidak sedikit teman kami yang harus mengakhiri perjalanannya karena tidak mampu menyelesaikan tantangan yang di berikan. Tidak menutup kemungkinan jika ketidak mampuan mereka menyelesaikan tantangan tersebut karena mereka belum memiliki Big Why sebagai kekuatan untuk terus bertahan.

Sejujurnya, jika tidak dilakukan dengan bahagia, mempelajari tahapan demi tahapannya cukup membuat saya nggak berani untuk bilang bahwa ngeblog itu mudah. Ketidak mudahan itu yang pada akhirnya mengharuskan saya merasa sangat perlu memiliki BIG WHY saat ngeblog. Karena dengan begitu, ketika mulai merasa lelah, hilang semangat dan bingung saya akan mengingat apa tujuan utama dari pilihan menjadi seorang blogger.

2. Big Why Sebagai Pedoman

Materi berkenaan dengan hal ini utamanya di sampaikan oleh mbak Jihan Mawaddah di komunitas ODOP Blogger Squad pekan ini. Merupakan salah seorang inspirator saya dalam dunia blogging. Saat itu beliau menyampaikan bahwa selama perjalanan meraih kesuksesan dalam hal ini adalah ngeblog, tentu akan banyak rintangan yang mungkin di hadapi. Seperti sebuah jalanan, tidak semua jalan yang kita lewati terasanya nyaman, aka nada kerikil, bahkan lubang besar yang membuat kita enggan untuk melanjutkan perjalanan tersebut.

Dalam perjalanan ini pula tidak sedikit orang yang dihapiri kegagalan. Sehingga dalam kondisi tersebut seseorang dihadapkan pada memungkinan untuk berhenti. Saat ini lah BIG WHY menunjukkan perannya sebagai pedoman untuk memberi andil besar dalam mempengaruhi seseorang agar ia tertap berjalan dan tidak sekali pun berfikir untuk berhenti.

3. Big Why Sebagai Petunjuk Arah

Saat Wbers membuat Big Why nya masing-masing, saat itulah kalian di paksa untuk membuat peta yang kemudian membawa aktivitas ngeblog pada sebuah tujuan. Saat itu pula terjadi proses pencarian jalan mana saja yang akan Wbers lewati. Memikirkan strategi apa yang diperlukan untuk memudahkan menemukan jalan tersebut dan melewatinya.

Secara tidak langsung dalam konteks ini Big Why berperan penting membawa kita pada apa yang menjadi tujuan utama ngeblog. Memberi petunjuk agar kita tidak tersesat dan setiap langkah pun terarah.

Dari tiga poin di atas, tau kan seberapa penting memiliki Big Why saat ngeblog?. Kita akan semakin di untungkan dengan memikirkan dan membentuk Big Why masing-masing. Keuntungan yang di dapat salah satunya adalah memberi kemudahan dalan mencapai tujuan dari ngeblog itu sendiri. Sudahkah menemukan Big Why yang memperkuat alasan WBers dalam menjalankan aktifitas ngeblog?. Kalau belum, yuk mulai fikirkan dengan rinci apa sebenarnya alasan terkuat kita ngeblog, kenapa harus ngeblog?.












Saturday, November 21, 2020

Kesalahan Paling Sering Dilakukan Dalam Menggunakan Kata Ganti POV Orang ke-1

November 21, 2020 0 Comments



Kalo nulis WBers lebih suka pakai aku atau saya untuk kata ganti POV orang ke 1?. Pakai apapun sebenarnya sah sah saja ya, aku sih lebih senang pakai kata ganti aku. Nggak tau kenapa rasanya jadi lebih akrab aja sama pembaca kalau pakai “Aku”, dan nggak terkesan terlalu formal. Tapi gimana kalau pas nulis tiba-tiba kita malah pakai keduanya?, nah loh…. WBers ada yang pernah kayak gitu nggak tuh?. 

Sore itu aku berjalan santai di taman dekat rumah, mengobati kerinduan pada sahabat terbaik yang sejak kepergiannya 5 tahun lalu, tak pernah kembali. Setiap kali merindukannya saya datang ke tempat-tempat yang sering kita kunjungi, taman ini salah satunya. Hampir 30 menit berjalan dari kejauhan saya melihat perawakan seseorang yang rasanya tak asing lagi. Ia melambaikan tangan dan mencoba mendekat, semakin dekat aku terkejut melihat siapa yang ada di hadapan saya sekarang. 

WBers tau kan apa yang salah dengan tulisan di atas. Yaps…. Yang salah dan mengganggu adalah inkonsistensi kata ganti. Semula menggunakan kata ganti aku, kemudian ditengah menjadi saya, dan kembali menggunakan aku. Sebenarnya dalam kondisi tertentu boleh saja menggunakan kedua kata ganti tersebut. Seperti semula menggunakan kata ganti aku, namun dalam dialog, si aku menjadi saya karena menyesuaikan dengan lawan bicaranya di dalam dialog tersebut. Seperti contoh berikut ini 

“Saya baik-baik saja bu”, aku berusaha memastikan keadaanku baik saat bu Sarah menghampiri dan menanyakan kabar setelah insiden tadi pagi. 

Dalam buku “101 Dosa Penulis Pemula” karya Isa Alamsya, ini merupakan salah satu kesalahan paling banyak dilakukan penulis pemula. Begitu pun aku, paling sering melakukan kesalahan dalam hal ini. Di depan pakai aku di belakang pakai saya, bahkan sampai saat ini pun masih seperti itu. Terkadang ketika sedang asik-asiknya nulis, nggak sadar dengan penggunaan kata ganti POV orang ke 1. 

Nah, dengan begitu sangat penting untuk kroscek tulisan kita sebelum kirim ke penerbit, upload di media sosial atau diikut sertakan dalam event menulis lainnya. Tapi, pas kroscek pun harus teliti dan fokus ya, kan nggak lucu juga kalau ada pembaca yang sadar dengan kesalahan itu dan membuat dia nggak nyaman ketika membaca tulisan kita. 

Itu dia sekilas tentang kesalahan menggunakan kata ganti POV orang ke 1 yang paling sering dan banyak dilakukan para penulis pemula seperti aku. Semoga bermaanfaat untuk WBers yang juga sedang belajar menulis dan menggeluti bidang ini. Jangan lupa tinggalkan kritik, saran dan tanggapan kalian di kolom komentar. Siapa tau kita bisa sharing banyak hal disini. Wassalamualaikum….

Saat Kesalahan Menjadi Sebaik-baiknya Tempat Belajar

November 21, 2020 0 Comments


Sebagai penulis pemula aku perlahan belajar dari proses yang di sebut trial and error. Trial sendiri berarti “Mencoba” sementara error diartikan sebagai “Salah/kesalahan”. Proses ini merupakan sebuah pengalaman memperoleh pengetahuan dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan ketika mencoba menemukan sebuah kebenaran. Banyak orang yang justru menemukan sebuah keberhasilan dari mencoba dan melakukan banyak kesalahan. Semakin banyak salah, semakin terbuka pintu untuk memperoleh kebenaran.


Tahun ini benar-benar menjadi tahun dimana aku semakin memiliki keinginan menggebu untuk mendalami hobi menulis, walaupun sebenarnya sudah menulis sejak tahun 2013 lalu. Dari kebingungan memulai dengan cara apa, karena merasa minim pengetahuan tentang bagaimana menulis yang baik dan benar. Akhirnya aku memutuskan untuk terus menulis dalam kwantitas yang belum sesering saat ini. Ternyata setelah semakin banyak menulis, semakin terbuka pula jalan untuk mengenal lebih banyak orang. Dan dari mengenal banyak orang dengan minat yang sama, informasi seputar workshop, webinar dan kelas-kelas menulis online lainnya dengan mudah berdatangan. 

Mulailah mengikuti beberapa komunitas menulis juga kelas-kelas menulis online. Dari sana semua teori menulis yang tidak pernah aku tau sebelumnya mulai aku pelajari dan terapkan pada tulisan-tulisanku. Banyak momentum menemukan kesalahan dari apa yang pernah aku tulis, menyadari lalu mencoba menulis kembali, begitu seterusnya.Bahkan sampai detik ini, semakin aku memperoleh banyak pengetahuan terkait dunia kepenulisan, semakin aku meyadari banyak pula kesalahan-kesalahan yang aku lakukan di tulisan-tulisanku sebelumnya. Tapi jangan patah semangat 

Dari apa yang secara langsung aku alami tersebut, banyak hal penting yang disadari. Satu diantaranya adalah tentang teruslah menulis sekali pun kamu bingung bangaimana kaidah menulis yang benar. Jangan takut melakukan kesalahan berkenaan dengan kaidah, selama kamu merasa dalam konteks isi tulisan, kamu menyampaikan sebuah kebenaran tanpa menyinggung siapapun. Perlahan kaidah akan kamu temukan dan secara tidak sadar di pelajari seiring berjalannya waktu. 

Kesalahan-kesalahan yang pernah di lakukan pada akhirnya menjadi sebuah pengalaman berharga. WBers nggak perlu malu karena pernah salah, kalau pada akhirnya WBers justru semakin berkembang dari setiap kesalahan tersebut. Banyak para tokoh yang bisa kita pelajari kisah hidupnya, dimana mereka menemukan sebuah keberhasilan dari proses Trial and Error yang mereka lewati. Yang penting teruslah mencoba walau kemudian harus gagal. 

Begitupun dalam hal-hal lain, terkadang seberapa matang pun kita mempersiapkan sesuatu agar tidak menemukan kesalahan, ada saja hal yang menjadikannya tampak salah. Tentu dalam hal ini kita memang perlu memiliki kepekaan untuk meresapi serta mempelajari apa yang salah agar kemudian dapat diperbaiki. Dengan begitu, kesaalahan sebesar apapun tidak akan menyisakan penyesalan yang begitu berarti karena kita menyadari ada kebaikan di setiap kesalahan yang telah terlanjur dilakukan. Bukankah sejatinya memang begitu, selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa sekalipun peristiwa tersebut menyisakan kesalahan.

Friday, November 20, 2020

Manisnya Lidah Mertua

November 20, 2020 0 Comments

Gara-gara istilah “Lidah Mertua” yang diilustrasikan memiliki ketajaman setajam pedang, jadilah sebelum menikah aku fikir ibu mertua layaknya ibu tiri yang jahat. Saat itu usiaku sudah matang untuk menikah namun masih dalam masa penjajakan siapa yang paling mungkin untuk kemudian menjadi imamku kelak. Lebih jauh aku sudah berfikir bagaimana seandainya aku benar-benar dihadapkan pada sosok ibu mertua dengan power lidah mertuanya. Serem amat mikir waktu itu.

Aku juga sempat terpengaruh dengan lingkungan sekitar yang banyak mengungkapkan ketidak nyamanannya serta kekesalan demi kekesalan akibat menghadapi kengerian seorang ibu mertua. Aku sihh nggak tau, wong waktu itu pasangan aja belum ada, sedih amat ya?. Agak parno juga sih mau nikah, disbanding mikirin gimana pasanganku nanti malah lebih banyak mikirin gimana ibu mertuaku. 

Tapi dibalik itu semua aku punya mama yang sangat berperan mengubah sudut pandang ku tentang itu. mama selalu bilang kalau ibu mertua itu sangat tergantung dengan bagaimana kita. Kalau kita baik dan menyayangi seperti menyayangi ibu sendiri, maka ibu mertua pun akan demikian, begitu pun sebaliknya. Yang lebih luar biasanya dari mamaku dia selalu mengatakan satu hal yang semakin menambah kecintaanku terhadap mama. Begini katanya “Mama Ridho Ikhlas kalau nanti kamu lebih sayang dan perhatian sama ibu mertuamu, karena mama punya maaf seluas lautan, sementara ibu mertua sebaik apapun dia belum tentu demikian”. 

Keren nggak tuh?, dan aku baru sadar bahwa itu adalah cara mama untuk memberi pendidikan terbaik tentang bagaimana kelak aku harus memperlakukan ibu mertuaku. Qadarullah mama tidak sempat berada di tengah-tengah kehidupan rumah tanggaku, alhamdulillah tidak sempat pula di hadapkan pada momentum harus lebih memillih siapa diantara keduanya ketika benar-benar harus memilih. 

Balik lagi ke ibu mertua, entah apa yang terjadi pada mereka ketika harus bermasalah dengan ibu dari suaminya sendiri. Hanya mereka yang tau dan merasakan, hingga aku mendengar beberapa cerita teman terkait hal ini. bahkan tak jarang ada yang sampai saling mengumpat antara satu dengan yang lainnya. Naudzubillah….. 

Tidak dapat di pungkiri, aku percaya bahwa ada sosok mertua seperti di sinetron, mereka dengan peran yang sangat antagonis terhadap menantunya, atau justru sebaliknya. Sejatinya ada banyak tipe ibu mertua. Yang baik dan perhatian melebihi ibu kandung pun di luar sana benar-benar ada. Namun untuk selalu tetap bersinergi antara keduanya tentu menantu serta mertua perlu memiliki komunikasi yang baik satu sama lain. 

Hari ini aku benar-benar sedang menikmati indahnya menjadi seorang istri juga menantu dari ibu dan ayah suamiku. Sejak awal aku tau ibu mertuaku adalah ibu yang baik, namun aku tidak pernah berfikir bahwa dia adalah ibu yang amat luar biasa. Sejak mama berpulang, aku benar-benar kehilangan ssok terbaik bernama ibu. Tapi Qadarullah tak lama setelahnya aku memperoleh sosok ibu terbaik dari ibu mertuaku. 

Aku pun memanggilnya mama, sama seperti yang dilakukan pada ibuku sendiri. Mama melakukan hal-hal kecil untuk membuatku semakin bersyukur menjadi bagian dari kehidupannya, mematahkan segala yang diilustrasikan dalam istilah “Lidah Mertua” yang terkesan tajam dan menyeramkan. 

Faktanya aku mendapatkan mertua yang justru senantiasa menjaga lisannya, senantiasa memberi kejutan-kejutan agar aku menyadari banyak hal besar. Beliau pada akhirnya menjadi ibu mertua yang tidak akan pernah menggantikan Mama, namun senantiasa berperan layaknya Mama padaku dulu. 

Allah…. Maha baik, mengkabul doa-doa mamaku dimasa lalu sebelum ia memanggilnya. Mama selalu bilang bahwa dia yakin aku akan mendapatkan ibu mertua dan suami yang sangat baik. hingga saat ini, itu yang selalu aku pegang teguh untuk menyadari bahwa yang Allah hadirkan kini benar-benar sudah yang paling baik dan paling aku butuhkan ada dalam kehidupanku kedepan. 

Masyaallah…..

Masa Kecilku Selalu Terkenang

November 20, 2020 0 Comments

Ada banyak hal di masa lalu yang nyaris tak lagi kita temukan hari ini. Beberapa masa lalu yang penuh kesan menarik hingga selalu dirindukan sampai saat ini. WBers sendiri pasti punya masa lalu yang berkesan kan?, apalagi kita yang hidup sebagai anak-anak di era 2000an. Masa kecil kita saat itu, sangat kontradiktif dengan kehidupan anak-anak di masa sekarang. Disadari atau tidak, banyak hal-hal juga kebiasaan khas anak-anak di masa lalu, saat ini benar-benar hilang tak berjejak. 

Beberapa hari belakangan salah satu guru mengajiku semasa kecil berpulang keharibaan Allah SWT. Nggak lama, setelah mendengar kabar itu kami satu keluarga pergi melakukan takziah. Setibanya di rumah duka kami diarahkan untuk memasuki sebuah ruangan yang tak asing bagiku. Sebuah ruang berukuran sekitar 5x5 meter, tanpa banyak terapat furniture di dalamnya. Ruangan tersebut sengaja dibuat tanpa banyak furnitur agar terlihat luas dan cocok untuk menampung anak-anak yang hendak mengaji dalam jumlah yang banyak. 

Seketika aku merasakan kembali atmosfir 20 tahunan yang lalu. Saat di ruangan ini setiap bada magrib aku, kakak perempuanku juga teman-teman sebaya yang lain menghabiskan waktu untuk mengaji, shalat isya berjamaah dan pulang ke rumah dengan hati senang. Aku tersadar bahwa tempat ini benar-benar menyisakan banyak kenangan manis semasa kecil. Dan tiba-tiba sajaaku merindukan segalanya. 

Bagaimana ruangan tersebut rasanya teramat besar bagiku yang saat itu masih bertubuh mungil. Bagaimana saat itu pula dia terlihat sebagai bangunan paling mewah di kampungku. Tak jarang kami menghabiskan waktu disana saat liburan akhir semester tiba, membersihkan dengan senang hati serta penuh kebahagiaan khas anak, tanpa beban hidup yang lebih besar dari sekedar beban menghadapi nilai matematika yang sedang tidak bersahabat. 

Nggak bisa aku pungkiri, bahwa sebagian besar masa kecilku di habiskan di tempat bersejarah itu. Tidak hanya mengaji, kami sempat sering menginap di sana, menghabiskan malam dengan teman sebaya, shalat malam, bangun di waktu subuh lalu setelahnya pergi berjalan kaki hanya untuk berolahraga ringan. Itu semua dilakukan bersama banyak teman yang bahkan membuatku merindukan mereka saat ini. 

Ahhh…. Aku benar-benar rindu momentum itu. Sedih rasanya melihat bangunan yang dulu bagiku tampak mewah, kini lerlihat tua dan rapuh. Entah kenapa pula semakin terasa sempit. Walalupun begitu aku tidak samasekali kehilangan kenangan-kenangan manis saat menginjakkan kembali kakiku di tempat itu. Ingin rasanya kembali ke sanauntuk sekedar bernostalgia mengenang masa terbaik dalam hidup.

Wednesday, November 18, 2020

Bersyukurlah, Karena Sejatinya Pandemi Hadir Bersama Pesan Cinta Maha Kuasa

November 18, 2020 0 Comments

Adakah WBers yang berprofesi sebagai seorang guru?, jika kamu adalah guru pada jenjang pendidikan apapun, kira-kira apa yang paling kamu rindukan dari aktifitas bersekolah yang kurang lebih hampir 9 bulan ini tidak kita lakukan?. Aku rasa setiap guru memiliki cerita dan kesan tersendiri terkait di rumahkannya aktifitas belajar mengajar sejak maret 2020 lalu. 

Pandemi Covid-19 mengukir sejarah besar dunia. Terjadi dan menyebar di seluruh penjuru dunia, melahirkan kebiasaan-kebiasaan baru yang sebelumnya tidak pernah di lakukan. Penggunaan masker yang semula menjadi bagian dari minoritas dalam sebuah tatanan kehidupan kini seketika menjadi sebuah mayoritas. Kemanapun kergi yang kita saksikan adalah pemandangan masyarakat yang kini di dominasi mereka para pengguna masker sekalipun hal itu sama sekali tidak membuat mereka merasa nyaman. 

Eits…… malah kemana-mana nih, jadi langsung aja kita balik lagi ke topik terkait pengalaman WBers sebagai seorang guru yang harus di hadapkan pada kondisi tak biasa seperti saat ini. Apa tantangan terbesar WBers saat mengajar tanpa melakukan tatap muka?. Pasti agak menyulitkan bukan?,apalagi ketika dihadapkan pada permasalahan lain berkenaan dengan kondisi siswa yang berbeda dalam berbagai sisi. 

Perbedaan yang tidak hanya terletak pada karakter dan cara belajar mereka namun beberapa siswa bahkan ada yang kesulitan mengikuti rangkaian pembelajaran secara daring, karena akses digital sebagai modal utama dalam pembelajan ini justru tidak dimiliki sebagian dari mereka. Aku pun mengalami ini dan berusaha melakukan upaya lain untuk tetap memfasilitasi kegiatan belajar seluruh siswa. 

Upaya tersebut mulai dari melakukan pembelajaran luring dimana anak dan orang tua melakukan kerjasama terhadap kami untuk mengambil tugas-tugas yang perlu di kerjakan siswa untuk kemudian mengembalikan hasilnya hingga kami para guru melakukan evaluasi. Di samping itu upaya lain tetap dilakukan untuk memaksimalkan segala bentuk upaya yang telah dilakukan, salah satunya adalah dengan mengunjungi rumah siswa secara bergiliran dan melakukan pembelajaran bersama siswa lain yang rumah tinggalnya tidak jauh dari rmah siswa yang akan di kunjungi. 

Semua yang sudah dilakukan tentu tudak selalu berjalan mulus, hingga kami perlu selalu melakukan evaluasi dan mencari upaya mana yang lebih mudah dan memungkinkan untuk terus dilakukan. Siapa yang membayangkan akan berada pada kondisi saat ini dengan segala tantangan yang mungkin dihadapi. Hari ini memasuki bulan ke sembilan, masih juga belum ada kepastian kapan kita akan mulai kembali ke sekolah. Alih-alih mendapat kabar kapan ke sekolah kita justru di hadapkan pada beragam spekulasi terkait pandemi Covid-19 yang juga disebut-sebut sebagai sebuah konspirasi. 

Wallahu’alam, kita sulit untuk mendeteksi apa yang sebenarnya ternyadi. Namun Allah senantiasa mengetahui dan menurutnya inilah yang paling baik untuk kita hadapi. Bukankah ia tidak semata-mata memberi ujian kepada hamba, jika hamba-Nya tidak memiliki kemampuan untuk melewati setiap ujian dengan baik dan tetap berada di jalan Allah. 

Apapun yang kita hadapi, apapun yang saat ini terjadi mari tetap selalu bersyukur. Tidak hanya itu, mari sama-sama mencari apa pesan sesungguhnya dari Allah untuk kita para penghuni dunia yang kian hari kian renta.

Tuesday, November 17, 2020

Jika Rizky Sepenuhnya Ketetapan Allah, Kenapa Harus Takut?

November 17, 2020 0 Comments
Soal Rizky adalah soal ketetapan. Bagaimana cara Allah memberikan dan seberapa jumlah yang sampai pada kita itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah. Disadari atau tidak rizki tidak datang berdasarkan logika dan pemikiran kita. Sudah tidak asing bukan dengan ungkapan bahwa ada rizki yang datang dari arah tak terduga atau rizki yang tidak di sangka datang menyapa. Demikianlah rizki sejatinya kadang ia hadir tak berlogika.

Kadang kita dihadapkan pada satu kondisi mempertanyakan kenapa rizki yang sampai jumlahnya sedikit padahal kita sudah sangat bekerj keras?. Hingga tak jarang merasa kekurangan bahkan mengeluhkannya. Atau kasus lain tentang seseorang yang enggan untuk memulai usaha karena takut produk nya tidak laku terjual. Sesungguhnya itu pengalaman pribadi saya sendiri. 
Dengan kata lain secara tidak langsung kita belum memahami dan meyakini bahwa rizki tidak bekerja dengan logika seperti itu. 

Terkadang kita merasa sudah bekerja dengan keras untuk hasil yang maksimal. Namun pada akhirnya ternyata memperoleh hasil yang kita rasa belum maksimal. Secara logika itu terlihat kontradiktif dengan pemikiran manusia. Namun bagi Allah, barangkali yang kita sudah dapatkan sejatinya memang itu yang betul-betul kita butuhkan, memberi kecukupan serta baik menurut Allah. Dan ini bisa terjadi dalam kasus yang sebaliknya. Bukan karena Allah memberi kita jarak dengan keadilan, namun di balik itu selalu Allah selipkan banyak pelajaran. 

Pada kasus berikutnya, ketika seseorang berfikir untuk tidak memulai sebuah bisnis karena takut, barang yang ditawarkan nya tidak laku terjual. Lagi lagi ini adalah sebuah pemikiran yang jauh dari memahami rizki sejatinya adalah sebuah ketetapan. Dari sebuah artikel yang pernah saya baca, bahwa dalam berbisnis atau dalam konteks apapun semua terjadi karena Allah yang menggerakkan sesuatu terjadi. Begitu pun menggerakkan seorang pembeli untuk membeli barang atau jasa yang kita jual. 

Siang ini melihat secara langsung bagaimana rizki tidak terjadi berdasarkan permainan fikiran yang logis. Siang ini saya harus mengikuti BIMTEK penggunaan rapot digital untuk jenjang Raudhatul Athfal. Di perjalanan kami singgah di pom bensin yang cukup ramai. Saat tiba di area pom bensin, mobil kami dihampiri 2 pedagang asongan yang menjual beberapa jenis camilan. Pedagang pertama lebih dulu datang, sementara kami masih assik mengobrol di dalam mobil. Berhubung sudah terlalu banyak ngemil kami mayoritas tidak tertarik untuk membeli. 

Kemudian di sisi yang berlawanan seorang pedagang lain dengan jenis barang yang sama pun menawarkan dagangannya dengan mengetuk kaca jendela mobil. Saya menduga tidak ada diantara kami yang berada di dalam mobil tertarim untuk membeli, mengingat seharian tadi banyak makanan yang sudah kita makan. Namun ternyata tidak demikian bagi Allah. Salah satu teman yang duduk di sisi dimana pedagan kedua berada tiba-tiba membuka kaca jendela dan membeli beberapa macam camilan yang kemudian dibagikannya kepada semua orang di dalam mobil. 
 
Semula saya berfikir jika pun ada di antara kami yang membeli maka pedagang pertama lah yang akan terjual dagangannya karena dia datang lebih awal dan kedua nya menjual dagangan yang sama. Tapi tentu tidak demikian ternyata, faktanya penjual nomor dua lah yang Allah izinkan untuk terjual dagannya saat itu. Pasalnya salah satu teman yang duduk di sisi sebelah kiri searah dengan tempat berdiri si pedagang nomor 2. Dia melihat pedagang itu  membawa makanan kesukaannya yakni kripik sukun, sontak iya membuka kaca jendela dan meminta pedagang untuk memberikannya beberapa bungkus keripik sukun tersebut. 

Proses transaksi teman dan penjual makanan berjalan seperti biasa. Di sisi kanan ku saksikan pedagang pertama membalikkan tubuhnya dan berlalu, tampak raut kekecewaan namun aku jelas tak bisa menafsirkan makna sesungguhnya  di balik raut wajah itu. Apakah iya benar-benar kecewa atau mungkin setelahnya ia justru menyadari bahwa apa yang dialaminya saat itu adalah sebuah ketetapan Allah atas dirinya. 

Meninggalkan pom bensin dan melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan aku berusaha menangkap apa yang bisa aku pelajari dari peristiwa itu. Perihal rizki sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah SWT, siapa pun tidak akan mampu untuk menukar dan memilih rizki yang mana bisa kita dapatkan. Dengan begitu perlukah kita takut akan rizki hari esok, jika sesungguhnya semua rizki akan sampai di tangan sesuai dengan yang ingin Allah berikan, maka itu lah hak kita atas sebuah ketetapan Allah lalu syukurilah. 

Sunday, November 15, 2020

Antonim

November 15, 2020 1 Comments

Sumber : Syiarnusantara.id



Dalam hening aku rindu keramaian

Siapa yang mungkin akan membawaku kesana?

Ke tempat ramai itu.

dalam hening pandanganku pun terbatas dinding

Apakah gelap atau terang di luar sana?, entahlah.



Aku semakin sulit menjelaskan

Dalam hening air mataku berkejaran

Namun bumi tak mengetahuinya

Sengaja tak ku katakan, apalagi tunjukkan

Aku terbiasa menyimpannya



Rindu……

Angin segar dalam riuh tawa keramaian

Berbagi juga menyaksikan

Tawa demi tawa menari mengudara

Melukis kegembiraan, mengukir kisah



Kini aku di keramaian

Ku temukan riuh serta tawa

Ku saksikan keduanya hendak menyapa

Yang terjadi padaku tak terduga

Dalam keramaian aku merasa sepi.






Saturday, November 14, 2020

Cara Mengenal Karakter Asli Seseorang

November 14, 2020 0 Comments
picture by : www.gooogle.com


              

Di tanyai kenapa kamu jatuh cinta sama dia?, dan kamu lantas menjawab “Aku jatuh cinta karena dia baik”. Logis dan sejalan dengan hakikat seseorang mencintai pada umumnya. Kita jatuh cinta kepada seseorang karena merasa dia memiliki kepribadian baik, bersikap dan memperlakukan kita dengan baik pula. Terkadang dengan hanya melihat danmerasa bagaimana dia memperlakukan kita sebagai orang yang diinginkannya tentu itu belum cukup menunjukkan bahwadia adalah benar-benar pribadi yang baik. 

Perlu kita ingat WBers, bahwa siapa pun yang menginginkan kita, berharap mendapatkan balasan atas perasaannya terhadap seseorang , tentu dia akan selalu menunjukkan hal-hal yang paling baik di hadapan orang yang diinginkannya. Menjaga serta melakukan kontrol terhadap dirinya sendiri agar terlihat dan terkesan baik. 

Lalu bagaimana kita bisa melihat dan mengetahui bahwa kepribadian seseoran benar-benar baik berdasarkan sifat aslinya. Penasaran kan gumana caranya, ini dia cara mengetahui karakter asli seseorang yang di lansir dari kanal youtube Henny Kristianus . 


Melihat reaksinya ketika dihadapkan pada sebuah tekanan

Biasanya sifat asli seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia bereaksi terhadap sesuatu yang membuatnya tertekan. Marahkah atau justru dia bisa bersikap lebih santai. Mampu lebih cepat mengendalikan kemarahannya dan tidak berlebihan memberi reaksi yang menunjukkan ketidak nyamanannya. 

Lihat bagaimana dia memperlakukan orang yang lemah

Ketika seseorang di hadapkan pada orang lain yang memiliki posisi lebih rendah darinya misal Asisten rumah tangganya, supir atau tukang kebunnya, lihat bagaimana dia memperlakukan mereka. Dari sana WBers bisa dapat gambaran bagaimana karakter asli seseorang . 

Perlakuannya terhadap lingkungan keluarga dan orang tua.

Jika seseorang menyayangi keluarganya, ibunya, ayah serta saudara-saudaranya, care dengan keluarganya., maka percaalah bahwa ia akan menyayangi istri yang ia nikahi dan anak sebagai darah dagingnya kelak. 

Lihat gaya hidupnya 

WBers bisa melihat bagaimana karakter asli seseorang dari bagaimana dia berbicara dengan orang lain, apa saja topic-topik yang lebih sering ia bicarakan. Apa yang sering ia bicarakan itu , akan mengungkapkan isi hati dan fikirannya. Ajaklah ngobrol santai, teman yang tengah dekat dengan WBers. Dari obolan tersebut lhat kembali apa yang lebih banyak ia bicarakan untuk mengetahui mental seperti apa yang ia miliki. 

Keempat point itu nggak ada salahnya untuk WBers coba, siapa tau bermanfaat dan WBers lebih mudah melihat karakter asli seseorang. Hal ini tentu penting agar kita tidak di perdaya oleh wajah yang tampan atau cantik, namun kepribadiannya justru tidak mencerminkan kecantikan dan ketampanan fisiknya. 









Friday, November 13, 2020

Kiat Menghancurkan Tembok “Ide Mentok” Ketika Menulis

November 13, 2020 0 Comments


Menulis dari bebagai sisi memiliki makna tersendiri. Bagaimana menulis dapat memberi dampak yang berbeda bagi seseorang. Self healing salah satu dampak positif dari kebiasaan menulis. Namun tak jarang bagi mereka yang menulis dengan deadline lambat laun merasa terbebani dengan aktifitas menulis. Aku menyaksikannya langsung dari\ curhatan seorang penulis scenario sebuah sinetron stripping, di akun sosial medianya. Dia mengungkapkan kelelahan dan kewalahannya menulis scenario dengan deadline yang membuatnya terdesak hingga menurutnya ia hampir saja menjadi gila. 

Namun apapun itu, menulis merupakan aktifitas yang memerlukan beberapa keterampilan, keterampilan mengolah kata, keterampilan menyusun alur tulisan dan keterampilan-keterampilan lain yang mempengaruhi isi dari sebuah tulisan. Di samping itu menulis juga memerlukan latihan serta upaya-upaya seorang penulis agar tulisannya dapat di selesaikan. 

Banyak penulis yang kesulitan menyelesaikan tulisannya. Bahkan beberapa penulis telah menyelesaikan hampir setengah jalan namun harus rela tertunda hingga bingung mau di apakan tulisan itu, karena mereka merasa buntu untuk melanjutkan tulisannya sendiri. hingga muncul pernyataan “Ide mentok, dan tulisan sulit dikembangkan”. 

Mungkin kurang baca atau tidak melakukan riset dan belum memahami teknik menulis dari genre yang sedang di garap. Beragam kemungkinan tersebut bisa saja terjadi, namun bagaimana dengan penulis yang memang semakin sulit mengembangkan tulisannya setelah melakukan banyak upaya termasuk semakin banyak membaca, riset dan mempelajari teknik-teknik menulis. Aku sendiri baru-baru ini berada pada kondisi tersebut, rasanya cukup gemas pada diri sendiri kenapa tidak mampu mengembangkan tulisan yang telah di buat. 

Seperti memperoleh angin segar karena hal tersebut di alami banyak penulis bahkan mereka yang notabene penulis besar pun masih mengalami itu. Siang ini lihat IG story Mbak Marita Ningtyas, salah satu blogger perempuan favoritku. Dia membagikan sebuah postingan seorang mentor menulis yaitu kak TeSiang ini lihat IG story Mbak Marita Ningtyas, salah satu blogger perempuan favoritku. Dia membagikan sebuah postingan seorang mentor menulis yaitu kak Tendi Murti. Postingan tersebut berisi bagaimana kiat melanjutkan tulisanyang sudah setengah jalan. 

Yang membuatku tertarik untuk membuka postingan kak Tendi adalah kutipan yang ku lihat di IG story Mbak Marita. Kira-kira seperti ini “Semakin banyak Maksiat, tulisan semakin mampat. Semakin banyak bertaubat tulisan semakin kuat”. 

Thursday, November 12, 2020

Ibrah Kisah Seekor Beruang

November 12, 2020 1 Comments

Seekor beruang terjebak dan mengalami luka yang cukup serius karena sebuah batang pohon menancap di kakinya. Tak satu pun di temukan teman sesama binatang didalam hutan dimana ia terjebak. Cukup lama menunggu tanpa mampu berbuat banyak beruang semakin pasrah dengan keadaannya. Di samping hari semakin menjelang malam ia sudah tak mampu bergerak untuk pergi dari hutan tersebut. 

Cukup lama menunggu, beruang dikejutkan dengan seorang laki-laki yang kemudian menghampirinya. Laki-laki itu tampak sejenak mengamati beruang yang telah tak berdaya sambil menahan sakit yang semakin lama membuatnya merasa semakin tak nyaman. Setelah beberapa saat mengamati, laki-laki berpakaian lusuh itu dengan sigap berusaha mencabut batang pohon yang tertancap di kaki beruang. 

Beruang pun terselamatkan hingga ia di bawa laki-laki itu ke tempat dimana ia tinggal. Sebuah gubuk kecil di tengah hutan tanpa rumah-rumah penduduk lain di sekitarnya. Sang pria hanya tinggal seorang diri di gubuk tersebut. Dan kini beruang mengisi hari-harinya dengan menjadi penjaga bagi laki-laki penolong yang menyelamatkan nyawa beruang. 

Beruang pun tampaknya merasa berhutang budi dan enggan untuk meninggalkan pria tersebut. Kemana pun pria itu pergi, beruang senantiasa berada di belakangnya. Memastikan keselamatan pria yang senang pergi berburu itu. Mungkin beruang berfikir dengan begitu ia dapat membayar kebaikan sang pria. 

Satu ketika beruang menemami pria yang menolongnya, untuk pergi beburu. Di tengah perjalanan mereka beristirahat sejenak. Hingga sang pria tertidur saat duduk dan bersandar di bawah pohon. Melihat tertidur lelap, beruang berusaha menjaga agar tuannya tak terganggu. Bahkan saat melihat seekor nyamuk terbang di sekitar wajah pria tersebut beruang akan langsung menepisnya. 

Namun nyamuk-nyamuk itu kian lama kian bertambah menjadi beberapa ekor. Mereka berkeliling di sekitar tuannya yang membuat ia semakin geram. Tak tinggal diam beruang terus berusaha mengusir nyamuk-nyamuk itu. Karena semakin kesal melihat seekor nyamuk yang akhirnya hinggap tepat di pipi pria yang masih tertidur pulas. Kemudian beruang mengambil sebuah batu besar untuk membunuh nyamuk yang masih hinggap di pipi pria itu. 

Namun apa yang terjadi?, beruang tidak memahami bagaimana cara yang tepat untuk menyelamatkan tuannya dari gangguan seekor nyamuk walau pun sesungguhnya niatnya begitu mulia. Hingga di lemparnya batu tersebut tepat ke arah dimana nyamuk hinggap. Benar, nyamuk itu hinggap di pipi pria yang mungkin tidak pernah berfikir bahwa hidupnya berakhir tragis di tangan seekor binatang yang ia selamatkan. 

Dari kisah di atas kita dapat mengambil pelajaran penting. Salah satunya adalah tentang bagaimana bila hal itu terjadi pada kita manusia. Terkadang kita menyaksikan ketika seseorang berbuat di luar batas kemanusiaan mereka mungkin justr memiliki niat baik di balik itu. Atau kita tau seseorang berniat melakukan sesuatu yang baik terhadap orang lain namun dengan ketidak tahuannya ia melakukan sesuatu yang justru berbanding terbalik dengan apa yang sesungguhnya ia tuju. 

Dengan begitu penting bagi kita manusia untuk mencari pengetahuan sebanyak dan seluas-luasnya. Yang terpentinga adalah perihal adab dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kehidupan dalam menjalin hubungan baik sesama manusia. Agar kita dapat melakukan hal baik dengan cara yang juga baik agar berdampak baik pula.

Wednesday, November 11, 2020

Tak Sendiri

November 11, 2020 0 Comments
Picture from Pinterest.com 



Di kekang terik, siang ini gersang

Peluh mengalir berisyarat

Tak berhenti, di bawah terik kulangkahkan kaki

Menyapa hari yang tak kan pernah kembali



Mengelilingiku dalam peluh

Hembusan angin menyamarkan kegerahan

Menyapa juga berisyarat

Gerahmu bersama angin sebagai penawar



Perlukah aku takut?

Saat seluruh buah bagiku terasa pahit

Saat tak lagi ku lihat cahaya

Saat bibirku kaku, untuk terlihat bahagia




Perlukah aku takut?

Bukankah terik tetap menawarkan angin?

Bukankah ada obat dari setiap sakit?

Solusi mendampingi masalah-masalahmu


Monday, November 9, 2020

Sekolah Kehidupan, Bikin Hidup Makin Hidup

November 09, 2020 0 Comments



Hy WBers, menurut kalian bersekolah dan belajar itu apa sih?, apakah hanya tentang datang dan duduk di bangku pendidikan formal, mendengarkan penjelasan seorang guru, lalu pulang. Atau kalian punya definisi lain terkait bersekolah dan belajar, yang kemudian secara langsung memberi impact dalam kehidupan. Menjadikan kita megalami perubahan perilaku sebagai pengaruh dari proses bersekolah. 

Beberapa tahun belakangan aku sedang senang-senangnya mengamati apa makna sesungguhnya dari istilah sekolah dan bersekolah yang di dalamnya erat dengan aktifitas belajar mengajar. Dimana bersekolah ini sejatinya telah dan mungkin di lewati sebagian besar dari populasi manusia di dunia. Terlebih, dunia saat ini menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan untuk membekali manusia dalam menghadapi perkembangannya. 

Dalam KBBI bersekolah diartikan sebagai kegiatan belajar di sekolah, mendapat pendidikan atau pengajaran di sekolah. Dari pengertian itu bersekolah terbatas pada aktifitas yang dikerjakan hanya di sekolah. Tau kan sekolah itu apa?wkwkwkw, sekolah merujuk pada tempat yang dalam KBBI sendiri diartikan sebagai bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. 

Sampai disini kita faham bahwa secara harfiah bersekolah dan sekolah adalah aktifitas belajar mengajar yang hanya dilakukan di sekolah. Nah….. kali ini aku mau ajak WBers buat traveling (hussss, bukanj jalan-jalan ya, wong masih pandemic). So, traveling disini maksudnya adalah untuk memaknai bersekolah menurut versi aku yang di jamin akan bikin hidup WBers lebih berarti, hehe.Nggak apa-apa kali ya, kalo kita punya definisi sendiri terhadap sebuah kata. 

Buatku pribadi, bersekolah nggak harus terbatas pada aktifitas belajar mengajar di sekolah formal saja. Karena sejatinya belajar dan mengajar dapat dilakukan di mana pun juga kapan pun. Sayangnya baru beberapan tahun belakangan aku menyadari ini, bahwa aku bisa belajar dan bersekolah dari hal-hal terkecil yang bahkan hanya aku rasakan tanpa melihat apalagi dijelaskan seperti di sekolah-sekolah formal. Yang jelas nggak ada kata terlambat untuk memperbaiki apa yang semula tampak salah. 


WBers pernah dengar istilah "Sekolah Kehidupan", kalau pernah yuk kita korelasikan antara seduanya. sekolah pada umumnya dengan sekolah kehidupan yang faktanya menjadi sekolah sepanjang masa bagi manusia. 




Sunday, November 8, 2020

Kok Belum Hamil, kan Udah Lama Nikahnya

November 08, 2020 8 Comments

Siapa disini yang sudah menikah bertahun-tahun namun belum Allah karuniakan keturunan?. Siapa pula yang karena itu sering dapet pertanyaan “Udah sisi belum?”, “Kapan nyusul nih?”, yang terparah mereka bersikap seolah-olah kita yang berperan menentukan kapan akan dan harus hamil, dengan pernyataan “Kok belum hamil, kan udah lama nikahnya”. 

Hellowwwww Mas, Mbak di luar sana, mari mulai memahami makna di balik setiap kalimat yang kita ucapkan. Aku yang awam aja ngerasa nggak enak banget denger ungkapan itu. “Kok belum hamil. Kan udah lama nikahnya”, yukkkkk sama sama kita analisis makna yang mungkin di tangkap seseorang ketika mendengar pernyataan tersebut. 

Kok belum hamil? 

Dalam ungkapan di atas di awali sebuah pernyataan yang terdengar sekaligus mempertanyakan kenapa orang yang dia maksud belum kunjung hamil. Dari yang aku tangkap, pernyataan tersebut seakan mempertanyakan pula kekuasan Allah maha pemberi kehamilan itu sendiri. Yang menyatakan, seakan tidak percaya bahwa sejatinya kehidupan setiap manusia, rizky, jodoh dan maut sepenuhnya hak prerogatif Allah, begitu pun dengan kehamilan. 

Pernah dengar kisah beberapa pasangan yang dinyatakan sehat secara medis setelah melakukan serangkaian tes kesehatan, namun belum kunjung mendapatkan kehamilan yang mereka inginkan?. Aku pernah mendengar, satu ketika seorang teman bercerita perihal baragam tes kesehatan yang dilakukan bersama suaminya. Mulai dari USG transvaginal, Histeroskopi hingga Laparoskopi dan tes-tes lain yang juga di lakukan sang suami termasuk pemeriksaan analisis sperma, Qadarullah keduanya dinyatakan sehat dan tidak memiliki masalah dengan organ reproduksi. Namun hingga kini menginjak hampir empat tahun usia pernikahan belum juga kunjung tanda-tanda kehamilan itu. 

Dari kisah di atas, harusnya kita faham bahwa manusia tidak selalu harus dihadapkan pada sesuatu yang secara logis dapat di jelaskan. Melihat fakta yang ada, keduanya sehat secara fisik dan sangat memungkinkan untuk memiliki keturunan, seharusnya kehamilan tersebut tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun usia pernikahan. Karena pada umummnya,75 persen pasangan yang menikah akan hamil dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan, sedangkan 25 persen akan hamil dalam jangka waktu 6-9 bulan setelah menikah. 

Apakah penjelasan tersebut belum cukup untuk menyadari bahwa perihal kehamilan sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah untuk memberikan kepada hamba-Nya. Seperti halnya rizki, jika Allah belum menghendaki rizki tersebut sampai di tangan kita, sekuat apapun kita berlari mengejarnya, kita tidak akan pernah mendapatkannya. Begitu pun kehamilan, sesehat apapun kita dan pasangan, sebesar apapun ikhtiar yang sudah dilakukan, jika belum saatnya memiliki keturunan maka bersabarlah. Allah lebih tau apa yang paling baik bagi hamba-Nya. 



Kan udah lama nikahnya. 

Lagi-lagi si pemberi pernyataan seperti meragukan kekuasaan Allah SWT. Mungkin beliau belum memahami konsep yang sudah di jelaskan sebelumnya. Benar, jika menurut pandangan manusia lain pasangan yang dilihatnya sudah cukup lama menikah, seharusnya sudah memiliki keturunan. Tapi perlu kita ingat, apapun yang kita inginkan jika Allah belum berkehendak maka hal tersebut tidak akan kita dapatkan. 

Jadi, seberapa lama pun sepasang insan menikah, bukan berarti dia harus memenuhi keinginan orang lain untuk memiliki keturunan. Ingat, bukan kita yang mengendalikan kehamilan, ada tangan Allah yang sepenuhnya memiliki kendali disana. Tugas kita hanya meyakini dan menerima, selamjutnya mensyukuri apa yang Allah telah anugerahkan dalam hidup. 

Nah…. kepada siapa pun teman-teman di luar sana yang mungkin sampai saat ini secara tidak sengaja pernah mengatakan “Kok belum hamil, kan udah lama nikahnya” kepada teman yang memang sudah cukup lama menikah namun belum Allah karuniakan keturunan, yuk…. Sama-sama beristigfar dan memohin ampun kepada Allah. Selain mungkin bisa menyakiti orang yang kiita maksud, kita juga lupa bahwa pernyataan tersebu secara tidak sadar seakan meragukan kekuasaan Allah, Astagfirullah…. 



Saturday, November 7, 2020

Tips Liburan Berkesan, Meski Budget Pas-pasan

November 07, 2020 0 Comments

 

                Seberapa  penting sih liburan buat WBers???, kalian tim yang mana nih?, liburan kalau ada kesempatan atau sengaja meluangkan waktu untuk pergi liburan?. Sebetulnya liburan menurut Wbers itu seperti apa dan aktifitas apa saja yang menjadi pilihan Webers untuk liburan?.

                Dari yang saya tangkap dan cermati ada beberapa tipe orang yang pergi berlibur ketika memang ada kesempatan, seperti seseorang yang beker ja di sebuah instansi  yang memiliki program tahunan untuk berlibur atau gathering bersama keluarga para karyawan instansi tersebut.  Ada pula beberapa orang yang sengaja mengagendakan untuk pergi berlibur sekedar untuk  merefresh  diri dari segala rutinitas setiap hari.

                Tapi sebenarnya penting nggak sih liburan?. Nah….. ini balik lagi ke kalian WBers, kalo menurut kalian penting kenapa enggak rencanakan liburan kalian setidaknya satu bulan sekali.  Liburan kan mahal?, tabungan kita bisa-bisa habis untuk satu kali berangkat liburan. Ungkapan itu bener banget kalo kita cari tempat liburan yang high budget.  Tapi liburan kan nggak harus ke tempat mahal, setuju nggak?.

                Yaps, buatku liburan bukan soal destinasi tapi perkara suasanan hati. Liburan harus mampu memperbaiki kondisi dimana seseorang  yang  mulai merasa jenuh dengan rutinitasnya. Bayangkan jika seseorang pergi ke suatu tempat dengan destinasii yang super keren dan mahal tapi suasana hartinya  nggak baik, kira-kira apa yang akan terjadi?.  Namun sebaliknya  jika seseorang  yang hanya pergi piknik di taman kompleks, namun suasana hatinya baik dan menikmati liburan sederhananya, tentu yang lebih berkesan adalah yang kedua bukan?.

                “Tapi bukan liburan donk kalau cuma piknik depan kompleks?”.

                Eiitttssss….. kata siapa?, ini niih yang bikin liburanmu nggak berkesan dan terbatas hanya pada aktifitas bepergian ke tempat wisata yang agak jauh dari rumah. Padahal lebih dari itu liburan punya makna yang lebih dari sekedar pergi jauh dan destinasi yang instagramable.

                Ngomong-ngomong soal Instagramable , bahkan liburan di jaman sekarang hanya senilai feed dan Instagram Stories.  Ayoooo ngaku,  siapa yang pergi ke tempat wisata hanya untuk sebuah feed instagram dengan embel-embel caption “Liburan”. Rasanya udah lumrah juga sih ya,ketika seseorang  pergi ke tempat wisata hanya untuk sebuah postingan instagram, dan seebtulnya sah-sah saja.