Berpulang
![]() |
| Pinterest.id |
![]() |
| Pinterest.id |
![]() |
| PxHere.com |
Malam ini tulisannya edisi curcol
lagi nih. Materi ODOP yang super duper bikin aku excited dan penasaran dengan isi materi nya. Yakni tetang “Mengenal
Blog”, walaupun membuat blog ini sekitar 6 atau 5 tahun lalu, tapi sejujurnya aku
tidak terlalu mengenal dia juga segala fitur yang dihadirkan. Barulah setelah
bergabung dengan ODOP mulai berkeinginan mengembangkan blog menjadi lebih professional.
Malam ini adalah kesempatan untuk memperoleh informasi seluas-luasnya terkait optimalisasi blog yang menurutku agak rumit jika mencari sendiri tanpa bergabung dengan komunitas. Beruntungnya saat ini aku bergabung dengan komunitas ODOP yang luar biasa, next insyaalah aku ceritakan bagaimana komunitas ini hadir sebagai komunitas yang menyediakan kelas materi kepenulisan gratis tapi nggak asal-asalan. Keren pokoknya…..
![]() |
| PXHere |
Masalah hati yang pada akhirnya tidak bisa sembarangan di bagi sekali pun pada keluarga sendiri. Kadang kita perlu teman berbagi di luar keluarga serta pasangan, tapi tak mudah menemukan mereka selalu ada. Bukan tanpa alasan, setiap
![]() |
| google.id |
Sementara malam ini justru sebaliknya, seperti tidak ada batasan untuk mengajukan pertanyaan bahkan ketika materi berjalan. Tidak ada sistim buka tutup grup dan siapa pun dapat dengan bebas saling membalas chat di grup materi “Menyusun Paragraf Pembuka”. Agak aneh, tapi entah apa yang sedang terjadi. Sejujurnya aku lebih menikmati kelas materi dengan sistem yang di pakai sebelumnya.
![]() |
| source.google.com |
Hobby
dan ketertarikan pada aktifitas menulis tidak datang dengan sendirinya. Selain karena
Allah memberi peluang untuk menyukai dunia itu, ada pula peluang untuk menarik
diri ke dalam sebuah pusaran, yang di dalamnya menyimpan banyak sekali kesempatan
untuk mengembangkan diri. Jadilah hingga detik ini aku semakin menikmati
aktifitas menulis.
Selalu ada proses yang mengawali kapan seseorang menyukai dan melakukan sesuatu. Termasuk di dalamnya adalah aku, melewati proses yang akhirnya membawa pada tujuan untuk mengembangkan diri dalam salah satu bidang literasi yaitu menulis. Proses itu panjang dan penuh makna, namun ada satu proses yang akan selalu aku ingat tentang asal muasal keinginan menjadi penulis itu terbentuk.
![]() |
| jogja.tribunnews.com |
UNESCO
menetapkan hari guru internasional pada tanggal 5 oktober sejak 26 tahun lalu
yakni pada 1994. Tujuan dari ditetapkannya hari guru selain sebagai bentuk
dukungan terhadap para guru juga untuk meyakinkan bahwa guru memiliki peran
vital, dimana keberlangsungan para generasi di masa depan berada di tangan
guru.
Hari
guru Internasional berbeda dengan hari guru nasional di setiap Negara. Termasuk
di Indosesia sendiri, hari guru akan jatuh sekitar satu bulan lagi yaitu pada
tanggal 25 Nopember. Dimana pada tahun 1995 di hari dan tanggal yang sama di
tetapkan pula hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Di Negara lain pun
demikian, Amerika merayaka hari guru di minggu pertama pad bulan Mei. Hongkong
10 September, Korea selatan pada 15 Mei serta Argentina pada tanggal 11
Septembe setiap tahunnya.
Biasanya
perayaan hari guru di tandai dengan memberikan hadiah atau bingkisan dari siswa
kepada guru sebagai ucapan. Atau memberi kejutan sebagai bentuk terima kasih
atas dedikasi seorang guru dalam mendidik siswa siswi nya. Demikian mungkin di Negara
lain, atau mereka justru memiliki kebiasaan dan ritual berbeda dalam
memperingati hari guru nasionalnya.
Sebagai
seorang guru, sejatinya aku merasa ada yang lebih berarti dari sebuah perayaan
saat hari guru tiba. Yakni sebuah kesadaran bahwa peran guru terhadapa masa
depan generasi kita sangatlah vital. Apa yang kemudian kita ajarkan akan
menentukan seperti apa kelak masadepan bangsa. Sudahkah kita menjadi guru yang
baik?, apa upaya terbaik kita untuk menjalankan misi mencerdaskan anak bangsa.
Karena
menjadi guru takhanya tentang memberi pendidikan. Namun di balik itu, akhirat
pun menanti bagaimana guru bertanggung jawab atas apa yang mereka ajarkan di
dunia. maka selain menggenggam masa depan generasi masa depan guru juga
bertanggung jawab sebagai hamba di hadapan Tuhannya atas apa yang ia sampaikan
pada siswanya.
Semoga
dengan hadirnya peringatan hari guru, kita senantiasa ingat dan memahami makna
terdalam dari sebuah perjalan menjadi seorang guru beserta tanggung jawab besar
yang di emban. Dan yang terpenting semoga Allah meridhoi setiap yang kita
lakukan dalam rangka menyebar kebaikan di dunia pendidikan. Selamat berjuang
para teman-teman guru, khususnya di Negara tercinta Indonesia.
![]() |
| bbc.id |
Seperti
kita tau, di Indonesia sendiri sumber pedas yang paling banyak di gunakan
adalah dari cabai. Ada banyak jenis cabai di dunia dan memiliki tingkat
kepedasan yang berbeda. Nah…… kamu tau belum nih, cabai apa yang paling pedas
dari sekian banyak jenis cabai di dunia??.
Kali ini kita akan coba bahas tentang cabai terpedas di dunia yang
berasal dari Negeri Paman Sam.
Namanya
Carolina reaper, wahh, sekilas tampak
seperti nama perempuan dan mungkin sebelum mengetahui, orang tidak akan sadar bahwa
ini nama dari sebuah cabai. Memegang
Guinness World Records pada tahun 2013 sebagai cabai terpedas di dunia, cabai ini memiliki tingkat kepedasan
yakni 2.200.000 Scoville Heat Unit
(SHU). Merupakan hasil perkawinan dari dua jenis cabai yang salah satu
diantaranya adalah pemegang Guinness
World Record sebelumnya yaitu Gost
Paper dan Red habanero.
![]() |
| Belajartani.com |
Carolina reaper memiliki bentuk yang tidak lazim seperti cabai pada umumnya. Memiliki keriput, ekor seperti sabit dan warna
merah menyala yang seolah menjelaskan betapa kejamnya kepedasan dari cabai ini.
Bahkan pedasnya cabai Carolina reaper ini diduga dapat membunuh siapa pun yang memakannya.
Seperti
di kutip dari Liputan6.com, sebuah
artikel pada tahun 2018 menyebutkan bahwa seorang pria Amerika serikat
mengikuti kontes memakan cabai. Di santapnya cabai terpedas itu hingga ia
terkapar dan harus di larikan ke rumah sakit setelahnya. Sebelum dilarikan ke
rumah sakit pria tersebut merasakan nyeri leher yang luar disertai sakit kepala yang
ternyata disebabkan dari mengkonsumsi Carolina reaper.
Di youtube
kita akan banyak menemukan video dimana beberapa dari youtuber sengaja memakan
cabai tersebut untuk mengetahui sensasi pedasnya. Beragam reaksi yang di
tunjukkan oleh mereka,mulai dari berteriak untuk meminimalisir rasa pedas,
mengumpat hingga melompat-lompat serta menangis saking tak kuatnya menahan rasa
panas yang ditimbulkan dari memakan cabai tersebut.
Wahhh,
ngeri juga ya, kalian sendiri gimana?, kira-kira berani nggak nih makan cabai
terpedas di dunia ini ???.
![]() |
| www.google.com |
Bekerja
secara berkelompok tentu sering kita temui dalam setiap proses pembelajaran di semua jenjang pendidikan. Entah itu TK/RA, SD,
SMP, SMA, hinga Perguruan Tinggi dan ini menjadi penting dilakukan sebagai
upaya membangun kemampuan bekerja sama antar peserta didik. Mungkin tidak
terlalu menjadi rumit jika itu dilakukan di jenjang pedidikan SD hingga
Perguruan Tinggi. Tapi bagaimana dengan anak usia dini??.
Pada
dasarnya anak usia dini cukup mudah dikendalikan untuk dapat melakukan kegiatan
bekerja secara berkelompok. Hanya saja terkadang sebagian guru beranggapan
bahwa memberika tugas secara berkelompok adalah sesuatu yang cukup rumit hingga
merasa lebih baik itu tidak dilakukan, begitu pun saya pada mulanya.
Akhirnya
sempat beberapa kali melakukan pembelajaran berkelompok di Raudhatul Athfal
tempat saya mengajar sebelum pandemi datang. Pada mulanya memang terasa rumit,
harus membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok, menegaskan kepada anak bahwa
mereka akan bekerja sama, tidak mengerjakan tugasnya sendiri dan akan saling
berbagi peran.
Tentu
itu bukan hal yang mudah, mengingat anak-anak perlu diingatkan secara berulang.
Belum lagi berhadapan dengan usia mereka yang masih dominan egosentrisnya, ada yang belum mau mengalah
hingga terjadi pertengkaran khas anak selama proses melakukan pekerjaan secara
berkelompok.
Satu
ketika saya memberi tugas secara berkelompok untuk menanam biiji kecambah. Saya membagi anak-anak dalam kelompok kecil yaitu
dua anak per kelompok. Tugas mereka adalah menulis nama anggota kelompok dan
menempelnya pada gelas plastik untuk menanan kecambah yang sebelumnya telah di
sediakan. Berikutnya adalah bersama sama menanam kecambah dengan memasukan
kapas, air dan biji kacang hijau ke dalam gelas yang telah mereka beri nama
sebelumnya.
Banyak
hal yang saya temukan ketika mendampingi mereka melakukan tugasnya. Mulai dari
anak-anak yang terlihat kaku berkomunikasi dengan teman satu kelompoknya,
karena merasa tidak begitu dekat. Atmosfir belajar sambil bermain yang tersaji
dalam bentuk kerjasama antara teman. Serta tingkah polah mereka yang beragam
dan penuh kejutan. Bahkan beberapa hal yang tak pernah saya temukan sebelumnya,
ada pada proses belajar kelompok anak usia dini.
Jangan
tanya tentang kerumitan, saya menghadapi itu, tapi lebih dari kerumitan yang di
alami ada kepuasan menyaksikan anak-anak menunjukkan potensi yang belum pernah
saya lihat ketika mereka belajar secara individual. Maka dari itu kita sebagai
pendidik jangan merasa takut atau malas
untuk mulai menghadapkan anak didik kita pada proses belajar kelompok. Karena tersimpan
banyak kejutan di dalamnya yang mungkin tidak kita temukan sebelumnya.
Saya lahir
dalam keluarga dengan lima bersaudara yang kesemuanya adalah perempuan. Kami kehilangan
satu-satunya saudara laki-laki yang lebih dulu berpulang ketika ia masih
balita. Beranjak dewasa kami kembali kehilangan Abah sebagai tumpuan hidup, di
susul sepuluh tahun kemudian mamah yang berpulang menghadap Allah.
Jadilah
semenjak 2016 silam kami menjalani kehidupan tanpa peran orang tua di dalamnya.
Sejak mama berpulang pada oktober di tahun tersebut, saya betul-betul
mengkhawatirkan keberlangsungan hidup keluarga ini. Hingga banyak ketakutan bermunculan mulai dari
takut keluarga terpecah, hubungan persaiudaraan merenggang karena ketiadaan
orang tua sebagai pondasi yang mengkokohkan keluarga kami, serta banyak
ketakutan-ketakutan lain bermunculan.
Sampai tiba
pada satu ketika saya menyadari bahwa ketakutan-ketakutan itu sama sekali tidak
terbukti. Bahkanbeberapa orang terdekat menilai bahwa kami
adalah salah satu keluarga yang sangat kompak bahkan ketika mamah dan abah
telah tiada.
Apa sih tips keharmonisan dan kekompakan keluarga kami?. Yukk kita simak apa saja yang dapat di lakukan agar keluarga tetap dalam kondisi harmonis.. Cekidoootttt…
1. Membangun komunikasi yang baik
Komunikasi merupakan hal fundamental dalam
keberlangsungan hidup manusia. Komunikasi dapat menjembatani fikiran, kebutuhan
dan perasaan seseorang terhadap orang lain. Dengan komunikasi yang baik tentu
apa yang seseorang fikirkan, butuhkan dan rasakan akan sampai dengan baik pula pada lawan
bicaranya termasuk keluarga.
2. Saling memahami
Tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Seberapa baik pun seseorang, akan dan pernah berada pada satu kondisi dimana dia melakukan kesalahan. Ketika salah satu dari kita melakukan kesalahan, alangkah lebih baik untuk tidak saling menyalahka. Namun berusaha saling memahami kekurangan masing-masing.
3. Saling menghargai
Hal sekecil apapun yang dilakukan satu diantara
kami, sebisa mungkin berusahalah menghargai da mengapresiasi hal-hal baik
tersebut.
di dalam kelurga
Simple saja, saat kita harus berusaha menghindari pertengkaran dalam keluarga. Maka dari itu kita harus melakukan tindakan antisipasi dengan upaya saling menghargai dan saling memahami.
5. Sering mengadakan pertemuan keluarga
Saling bertemu antar keluarga adalah momentum yang sangat penting untuk menumbuhkan kepekaan sesama anggota keluarga. Membangun perasaan saling mengasihi satu samalain juga berawal dari pertemuan demi pertemuan yang dilakukan. so.... luangkan waktu saling bertemu untuk sesuatu yang positif
Itulah beberapa tips untuk
menjaga keharmonisan antar kehidupan bersaudara bahkan ketika taklagi
ada kehadiran orang tua. Mungkin teman-teman punya lebih banyak tips lain, silahkan
tinggalkan komentar di bawahnya. Semoga ini
bermanfaat untuk kita semua dan Allah senantiasa menjaga keluarga kita. Aamiin….
![]() |
| Ruangnulis.com |
Tadi malam berasa pecah telor, karena akhirnya meyelesaikan tantangan 30 hari menulis senandika. Selama 30 hari itu pula saya belajar tentang sebuah konsistensi bagaimana harus menulis setiap hari tanpa putus. Walaupun ini bukan kali pertama karena sebelumnya sempat mengikuti Ramadhan Writing Challenge yang di selenggarakan Komunitas ODOP, tetap saja pengalaman 30 hari menulis senandika ini sangat berkesan buat saya.
Menulis
menjadi aktifitas yang saya sukai sejak duduk di bangku kuliah. Namun saya tidak pernah mengikuti challenge atau kompetisi apapun selain
mempublis tulisan-tulisan pribadi di status sosial media. Dan kini semakin
menggemari menulis karena ternyata selain menyenangkan dalam prosesnya,
memiliki komunitas juga tantangan-tantangan menulis
amat menyenangkan.
Satu bulan lalu ketika memutuskan
mengikuti tantangan ini, sejujurnya saya belum pernah mendengar apa itu yang di
sebut dengan “Senandika”, dan tulisan
seperti apa yang di maksudkan pihak penyelenggara . Hingga kemudian memutuskan
mendaftar dan mulai cari tau apa itu senandika danjenis tulisan seperti apa
dia.
Indonesia,Senandika atau solilokui adalah wacana seorang tokoh dalam karya susastra dengan dirinya sendiri di dalam drama yang dipakai untuk mengungkapkan
perasaan, firasat, konflik batin, yang paling dalam dari tokoh tersebut, atau
untuk menyajikan informasi yang diperlukan pembaca atau pendengar. Senandika
juga adalah sebuah monolog yang biasanya ada dalam pementasan drama.
Setelah mengetahui apa sebenarnya
yang disebut dengan senandika, saya menyadari bahwa selama ini, tanpa sadar
sosial mediaku di penuhi dengan senandika yang menggambarkan kondisi perasaanku
di masa lalu. Terkadang kita memang asing dengan sebuah istilah namun ternyata
tanpa tau kita sudah melakukannya bahkan sering.
Jadilah tantangan 30 hari menulis
senandika itu amat dinikmati karena pada dasarnya sedikit banyak sudah terbiasa
melakukannya. Hanya saja jika dulu menulis semaunya kini harus berturut-turut
dilakukan tanpa putus selama satu bulan penuh. Dan ketika berhasil
menyelesaikannya ada satu kepuasan yang sulit untuk dijelaskan. Jadilah karena
ini septemberku menjadi semakin ceria.