Monday, February 15, 2021

Kecerdasan Majemuk, Pentingkah Bunda Tau?

February 15, 2021 1 Comments
 

kecerdasan-majemuk


Semakin hari,  orangtua semakin dihadapkan pada beragam tantangan dalam memberikan pendidikan terbaik bagi putra dan putrinya. Disamping itu muncul pula harapan-harapan agar sang anak senantiasa memperlihatkan hal-hal yang menjadi harapan orang tuanya. Pertanyaan, apakah orangtua sudah memberikan pendidikan yang sesuai  dengan kemampuan anak tanpa  hanya mengedepankan terkait pencapain apa yang mereka dapat lakukan?.  Dalam hal ini, tentu sebagai madrasah pertama bagi mereka orangtua juga perlu memiliki banyak referensi supayar tidak keliru dalam memberikan pendidikan, agar pendidikan tersebut  sesuai dengan kebutuhan mereka. Salah satu langkah awal  yang dapat dilakukan orangtua adalah dengan mengetahui kecerdasan apa yang paling dominan dimiliki oleh anak kita. Hadirnya teori kecerdasan majemuk, menjadi salah satu gerbang bagi para bunda khususnya, untuk menemukan apa kecerdasan yang paling dominan ada pada anak bunda.

Penting nggak sih bunda tau tentang Kecerdasan Majemuk (Multiple Inteligences)?.  Jawabannya ada pada bunda sendiri, seberapa penting bunda merasa perlu memberikan pendidikan terbaik bagi putra dan putri bunda. Pernah nggak bunda merasa anaknya perlu effort yang luar biasa untuk mempelajari suatu bidang?, misal ketika bunda tengah mengajari anak membaca atau berhitung. Atau bunda sempat berfikir anaknya nggak cerdas?, wahhh ini yang bahaya.


Percaya atau tidak, di sadari atau tidak, pada hakikatnya semua anak itu cerdas.  Maka tidak ada alasan untuk mengatakan hingga men jugde bahwa seorang anak  bodoh  hanya karena dia tidak terlihat menonjol dalam  satu atau beberapa bidang  akademik.

Bergelut di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini, membuat saya berhadapan langsung dengan beberapa  orangtua yang masing-masing memiliki cara pandang berbeda dalam menilai anak-anaknya. Tak jarang saya menemukan seorang ibu yang seperti  merasa tidak bersalah saat membandingkan anaknya dengan anak orang lain. Padahal jangankan dengan anak orang lain, dengan saudara kandungnya sendiri pun seorang individu yang satu dengan yang lain tentu akan berbeda.

Anak kembar, tumbuh bersama sedari kandungan dengan satu aliran darah, terlahir dari rahim  yang sama akan memiliki karakter  berbeda. Apalagi anak kita dengan anak orang lain kan?”, STOP membanding-bandingkan anak ya mom, (pake emot gemessssss). Harus mulai kita sadari bahwa semua anak cerdas dan unik, masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulan dalam bidang yang berbeda.

Tidak unggul dalam bidang akademik, bukan berarti seorang anak tidak cerdas. Seperti yang saya katakana di awal, ada 9 jenis kecerdasan yang akan membuat kita sadar bahwa setiap manusia memiliki potensi yang tidak harus di sama ratakan berdasarkan penilaian terhadap kemampuan akademiknya. Dunia Pendidikan Anak Usia Dini akan sangat familiar dengan istilah Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intelegen yang membahas detil perihal apa saja ke sembilan jenis kecerdasan tersebut. Hingga bagaimana cara mengetahui seorang anak lebih dominan terhadap jenis kecerdasan yang mana dari sembilan kecerdasan yang ada. 


Kecerdasan majemuk

Lalu Apa Kecerdasan Majemuk Itu 

Bicara soal kecerdasan, dilihat dari beberapa pendekatan ada banyak definisi yang dapat menjelaskan apa sesungguhnya kecerdasan itu. Sering kali kecerdasan di salah artikan serta menitik bertkannya pada kemampuan seseorang dalam menguasai bidang bidang akademik saja. Padahal kecerdasan sendiri mencakup seluruh kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah-masalahnya.

Teori Multiple Intelligences di kemukakan dan dikembangkan oleh seorang ahli pendidikan dari Harvard University bernama Howard Gardner . Menurutnya kecerdasan majemuk merupakan kemampuan yang dapat dilihat dari tiga komponen diantaranya, kemampuan untuk menyelesaikan masalah, kemampuan menghasilkan persoalan baru untuk diselesaika serta kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang kemudian akan menimbulkan penghargaan dalam budaya seseorang. 

 

Macam-macam Kecerdasan Majemuk

Kecerdasan majemuk

1.     Kecerdasan Verbal-linguistik

Jika seseorang peka terhadap bunyi struktur, fungsi,makna, kata dan bahasa, mungkin dia memiliki kecerdasan Verbal-Linguistik. Karena kecerdasan ini dapat ditunjukkan dengan ciri-ciri tersebut. Sebagai contoh seseorang mudah berkomunikasi lisan maupun tulisan secara efektif, senang membuat lelucon, senang bercerita atau menulis cerita, memilki banyak kosakata, mudah mempelajari bahasa asing, tepat dalam tata bahasa.

Pilihan profesi bagi seorang dengan kecerdasan verbal linguistil diantaranya adalah menjadi penulis, penyair, pembawa acara, penyiar radio, jurnalis, pengacara, guru, editor, penerjemah dll.

2.     Kecerdasan Logis Matematis

Agar mudah mengingatnya kecerdasan ini juga disebut sebagai kecerdasan angka. Kecerdasan ini ditandai dengan kepekaan seseorang dalam  berhitung, menganalisa hitungan-hitungan, memperkirakan, memprediksi, berfikir abstrak. Menyukai sesuatu yang perlu pemecahan masalah, bahkan ketika seseorang tersebut senang bermain games dia akan cenderung memilih permainan yang penuh dengan strategi.

Pilihan profesi bagi mereka dengan kecerdasan logis matematis diantaranya, ilmuan, akuntan, programmer, ahli forensic, ahli tata kota, astronom, dll

3.     Kecerdasan Visual-Spasial 

Kecerdasan ini berhubungan dengan sesuatu yang dapat dilihat seseorang secara visual. Ditandai dengan kepekaannya dalam memahami dunia visual-spasial secara akurat. Mereka menyukai aktifitas seperti membuat dan membaca  chart, peta, membuat bentuk patung, menggambar,melukis, dan dapat secara detil membayangan benda-benda.

Pilihan profesi bagi mereka dengan kecerdasan visual-spasial diantaranya menjadi arsitek, pelukis insinyur, fotografer, desainer, dll.

4.     Kecerdasan Musikal 

Seperti namanya, kecerdasan ini menitik beratkan kemampuan seseorang dalam bidang musik. Ditandai dengan kemampuan mengapresiasi irama, mengapresiasi bentuk-bentuk ekspresi musikal. Mereka dengan kecerdasan musikal sangat menyukai dan efektif dalam hal bernyanyi, bermain alat musik, menciptakan irama-irama baru, serta mengarang melodi dan lirik.

Pilihan profesi untuk mereka dengan kecerdasan musikal diantaranya adalah menjadi penyanyi, pencipta lagu, konduktor, musisi, dll.

5.  5.     Kecerdasan Kinestetik 

Ditandai dengan kepekaan seseorang dalam mengoptimalkan gerak tubuhnya. Mereka senang dengan aktifitas seperti menari dan menciptakan gerakan-gerakan tari, senang melakukan koordinasi gerak tangan dan mata, mengespresikan sesuatu dengan mimik dan gaya, serta terampil dalam motorik halus.

Pilihan profesi bagi mereka dengan kecerdasan kinestetik diantaranya menjadi penari, instruktur senam, koreografer, atlit,dll.

 6.     Kecerdasan Interpersonal 

Ditandai dengan kemampuan merespon suasana hati serta keinginan orang lain. Mereka dengan kecerdasan ini cenderung menyukai aktifitas seperti mengasuh dan mendidik orang lain, bersimpati, berkomunikasi, mengorganisasikan kelompok, melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang dan handal saat dihadapkan pada sebuah kerjasama tim.

Piliha profesi bagi seorang dengan kecerdasan interpersonal diantaranya adalah menjadi guru, psikolog, psikiater, guru dll. 

7   7.     Kecerdasan Naturalis

Adalah kecerdasan yang dapat terlihat dengan ketertarikan  seseorang terhadap hewan dan tumbuhan, senang menggklasifikasi flora dan fauna hingga mengoleksinya, melihat apa yang terjadi di alam secara detil, menyayangi binatang atau tumbuhan dan memahami ketergantungan pada lingkungan.

Pilihan profesi bagi mereka diantaranya adalah menjadi ilmuan, insinyur pertanian,

8.     8.     Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan ini berkaitan dengan diri dari setiap pribadi itu sendiri, ditandai dengan kemampuan seseorang memahami diri dan perasaannya sendiri, mampu membedakan emosi, serta mengetahui kelebihan dan kelemahannya sendiri. Mereka dengan kecerdasan ini suka merenung, menyendiri, dan berfikir. Mudah mengontrol dan mengelola perasaan juga sering melakukan introspeksi terhadap apa yang telah ia lakukan.

Pilihan profesi bagi mereka salah satunya adalah dengan menjadi konselor atau teolog.

9    9.     Kecerdasan Eksistensial

Ditandai dengan kemampuan berfikir seseorang terkait hal-halbersifat hakiki. Seperti kehidupan-kematian, kebaikan-kejahatan. Mereka dengan kecerdasan ini cenderung mempertanyakan tentang hakikah kehidupan, mencari inti dari setiap masalah yang di hadapi serta merenungkan setiap peristiwa yang dialaminya. Pilihan profesi bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini salah satunya menjadi seorang filsuf atau ahli filsafat.

Nah…… itu dia bun 9 kecerdasan versi Gardner yang dikenal dengan kecerdasan majemuk (Multiple Intellegences). Dengan mengenal dan memahami setiap karakter dari kecerdasan tersebut setidaknya bunda akan berusaha menghindari melakukan penghakiman kepadanya anak, ketika si anak tidak dapat melakukan apa yang kita harapkan. Sejatinya yang perlu kita yakini adalah bahwa semua anak cerdas. Kalau tau begini rasanya menjadi penting bagi kita untuk mempelajari terkait 9 kecerdasan majemuk, bukankah begitu bun??.

 

               

               

               

 

 

 

               

Saturday, November 21, 2020

Kesalahan Paling Sering Dilakukan Dalam Menggunakan Kata Ganti POV Orang ke-1

November 21, 2020 0 Comments



Kalo nulis WBers lebih suka pakai aku atau saya untuk kata ganti POV orang ke 1?. Pakai apapun sebenarnya sah sah saja ya, aku sih lebih senang pakai kata ganti aku. Nggak tau kenapa rasanya jadi lebih akrab aja sama pembaca kalau pakai “Aku”, dan nggak terkesan terlalu formal. Tapi gimana kalau pas nulis tiba-tiba kita malah pakai keduanya?, nah loh…. WBers ada yang pernah kayak gitu nggak tuh?. 

Sore itu aku berjalan santai di taman dekat rumah, mengobati kerinduan pada sahabat terbaik yang sejak kepergiannya 5 tahun lalu, tak pernah kembali. Setiap kali merindukannya saya datang ke tempat-tempat yang sering kita kunjungi, taman ini salah satunya. Hampir 30 menit berjalan dari kejauhan saya melihat perawakan seseorang yang rasanya tak asing lagi. Ia melambaikan tangan dan mencoba mendekat, semakin dekat aku terkejut melihat siapa yang ada di hadapan saya sekarang. 

WBers tau kan apa yang salah dengan tulisan di atas. Yaps…. Yang salah dan mengganggu adalah inkonsistensi kata ganti. Semula menggunakan kata ganti aku, kemudian ditengah menjadi saya, dan kembali menggunakan aku. Sebenarnya dalam kondisi tertentu boleh saja menggunakan kedua kata ganti tersebut. Seperti semula menggunakan kata ganti aku, namun dalam dialog, si aku menjadi saya karena menyesuaikan dengan lawan bicaranya di dalam dialog tersebut. Seperti contoh berikut ini 

“Saya baik-baik saja bu”, aku berusaha memastikan keadaanku baik saat bu Sarah menghampiri dan menanyakan kabar setelah insiden tadi pagi. 

Dalam buku “101 Dosa Penulis Pemula” karya Isa Alamsya, ini merupakan salah satu kesalahan paling banyak dilakukan penulis pemula. Begitu pun aku, paling sering melakukan kesalahan dalam hal ini. Di depan pakai aku di belakang pakai saya, bahkan sampai saat ini pun masih seperti itu. Terkadang ketika sedang asik-asiknya nulis, nggak sadar dengan penggunaan kata ganti POV orang ke 1. 

Nah, dengan begitu sangat penting untuk kroscek tulisan kita sebelum kirim ke penerbit, upload di media sosial atau diikut sertakan dalam event menulis lainnya. Tapi, pas kroscek pun harus teliti dan fokus ya, kan nggak lucu juga kalau ada pembaca yang sadar dengan kesalahan itu dan membuat dia nggak nyaman ketika membaca tulisan kita. 

Itu dia sekilas tentang kesalahan menggunakan kata ganti POV orang ke 1 yang paling sering dan banyak dilakukan para penulis pemula seperti aku. Semoga bermaanfaat untuk WBers yang juga sedang belajar menulis dan menggeluti bidang ini. Jangan lupa tinggalkan kritik, saran dan tanggapan kalian di kolom komentar. Siapa tau kita bisa sharing banyak hal disini. Wassalamualaikum….

Saat Kesalahan Menjadi Sebaik-baiknya Tempat Belajar

November 21, 2020 0 Comments


Sebagai penulis pemula aku perlahan belajar dari proses yang di sebut trial and error. Trial sendiri berarti “Mencoba” sementara error diartikan sebagai “Salah/kesalahan”. Proses ini merupakan sebuah pengalaman memperoleh pengetahuan dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan ketika mencoba menemukan sebuah kebenaran. Banyak orang yang justru menemukan sebuah keberhasilan dari mencoba dan melakukan banyak kesalahan. Semakin banyak salah, semakin terbuka pintu untuk memperoleh kebenaran.


Tahun ini benar-benar menjadi tahun dimana aku semakin memiliki keinginan menggebu untuk mendalami hobi menulis, walaupun sebenarnya sudah menulis sejak tahun 2013 lalu. Dari kebingungan memulai dengan cara apa, karena merasa minim pengetahuan tentang bagaimana menulis yang baik dan benar. Akhirnya aku memutuskan untuk terus menulis dalam kwantitas yang belum sesering saat ini. Ternyata setelah semakin banyak menulis, semakin terbuka pula jalan untuk mengenal lebih banyak orang. Dan dari mengenal banyak orang dengan minat yang sama, informasi seputar workshop, webinar dan kelas-kelas menulis online lainnya dengan mudah berdatangan. 

Mulailah mengikuti beberapa komunitas menulis juga kelas-kelas menulis online. Dari sana semua teori menulis yang tidak pernah aku tau sebelumnya mulai aku pelajari dan terapkan pada tulisan-tulisanku. Banyak momentum menemukan kesalahan dari apa yang pernah aku tulis, menyadari lalu mencoba menulis kembali, begitu seterusnya.Bahkan sampai detik ini, semakin aku memperoleh banyak pengetahuan terkait dunia kepenulisan, semakin aku meyadari banyak pula kesalahan-kesalahan yang aku lakukan di tulisan-tulisanku sebelumnya. Tapi jangan patah semangat 

Dari apa yang secara langsung aku alami tersebut, banyak hal penting yang disadari. Satu diantaranya adalah tentang teruslah menulis sekali pun kamu bingung bangaimana kaidah menulis yang benar. Jangan takut melakukan kesalahan berkenaan dengan kaidah, selama kamu merasa dalam konteks isi tulisan, kamu menyampaikan sebuah kebenaran tanpa menyinggung siapapun. Perlahan kaidah akan kamu temukan dan secara tidak sadar di pelajari seiring berjalannya waktu. 

Kesalahan-kesalahan yang pernah di lakukan pada akhirnya menjadi sebuah pengalaman berharga. WBers nggak perlu malu karena pernah salah, kalau pada akhirnya WBers justru semakin berkembang dari setiap kesalahan tersebut. Banyak para tokoh yang bisa kita pelajari kisah hidupnya, dimana mereka menemukan sebuah keberhasilan dari proses Trial and Error yang mereka lewati. Yang penting teruslah mencoba walau kemudian harus gagal. 

Begitupun dalam hal-hal lain, terkadang seberapa matang pun kita mempersiapkan sesuatu agar tidak menemukan kesalahan, ada saja hal yang menjadikannya tampak salah. Tentu dalam hal ini kita memang perlu memiliki kepekaan untuk meresapi serta mempelajari apa yang salah agar kemudian dapat diperbaiki. Dengan begitu, kesaalahan sebesar apapun tidak akan menyisakan penyesalan yang begitu berarti karena kita menyadari ada kebaikan di setiap kesalahan yang telah terlanjur dilakukan. Bukankah sejatinya memang begitu, selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa sekalipun peristiwa tersebut menyisakan kesalahan.

Friday, November 20, 2020

Manisnya Lidah Mertua

November 20, 2020 0 Comments

Gara-gara istilah “Lidah Mertua” yang diilustrasikan memiliki ketajaman setajam pedang, jadilah sebelum menikah aku fikir ibu mertua layaknya ibu tiri yang jahat. Saat itu usiaku sudah matang untuk menikah namun masih dalam masa penjajakan siapa yang paling mungkin untuk kemudian menjadi imamku kelak. Lebih jauh aku sudah berfikir bagaimana seandainya aku benar-benar dihadapkan pada sosok ibu mertua dengan power lidah mertuanya. Serem amat mikir waktu itu.

Aku juga sempat terpengaruh dengan lingkungan sekitar yang banyak mengungkapkan ketidak nyamanannya serta kekesalan demi kekesalan akibat menghadapi kengerian seorang ibu mertua. Aku sihh nggak tau, wong waktu itu pasangan aja belum ada, sedih amat ya?. Agak parno juga sih mau nikah, disbanding mikirin gimana pasanganku nanti malah lebih banyak mikirin gimana ibu mertuaku. 

Tapi dibalik itu semua aku punya mama yang sangat berperan mengubah sudut pandang ku tentang itu. mama selalu bilang kalau ibu mertua itu sangat tergantung dengan bagaimana kita. Kalau kita baik dan menyayangi seperti menyayangi ibu sendiri, maka ibu mertua pun akan demikian, begitu pun sebaliknya. Yang lebih luar biasanya dari mamaku dia selalu mengatakan satu hal yang semakin menambah kecintaanku terhadap mama. Begini katanya “Mama Ridho Ikhlas kalau nanti kamu lebih sayang dan perhatian sama ibu mertuamu, karena mama punya maaf seluas lautan, sementara ibu mertua sebaik apapun dia belum tentu demikian”. 

Keren nggak tuh?, dan aku baru sadar bahwa itu adalah cara mama untuk memberi pendidikan terbaik tentang bagaimana kelak aku harus memperlakukan ibu mertuaku. Qadarullah mama tidak sempat berada di tengah-tengah kehidupan rumah tanggaku, alhamdulillah tidak sempat pula di hadapkan pada momentum harus lebih memillih siapa diantara keduanya ketika benar-benar harus memilih. 

Balik lagi ke ibu mertua, entah apa yang terjadi pada mereka ketika harus bermasalah dengan ibu dari suaminya sendiri. Hanya mereka yang tau dan merasakan, hingga aku mendengar beberapa cerita teman terkait hal ini. bahkan tak jarang ada yang sampai saling mengumpat antara satu dengan yang lainnya. Naudzubillah….. 

Tidak dapat di pungkiri, aku percaya bahwa ada sosok mertua seperti di sinetron, mereka dengan peran yang sangat antagonis terhadap menantunya, atau justru sebaliknya. Sejatinya ada banyak tipe ibu mertua. Yang baik dan perhatian melebihi ibu kandung pun di luar sana benar-benar ada. Namun untuk selalu tetap bersinergi antara keduanya tentu menantu serta mertua perlu memiliki komunikasi yang baik satu sama lain. 

Hari ini aku benar-benar sedang menikmati indahnya menjadi seorang istri juga menantu dari ibu dan ayah suamiku. Sejak awal aku tau ibu mertuaku adalah ibu yang baik, namun aku tidak pernah berfikir bahwa dia adalah ibu yang amat luar biasa. Sejak mama berpulang, aku benar-benar kehilangan ssok terbaik bernama ibu. Tapi Qadarullah tak lama setelahnya aku memperoleh sosok ibu terbaik dari ibu mertuaku. 

Aku pun memanggilnya mama, sama seperti yang dilakukan pada ibuku sendiri. Mama melakukan hal-hal kecil untuk membuatku semakin bersyukur menjadi bagian dari kehidupannya, mematahkan segala yang diilustrasikan dalam istilah “Lidah Mertua” yang terkesan tajam dan menyeramkan. 

Faktanya aku mendapatkan mertua yang justru senantiasa menjaga lisannya, senantiasa memberi kejutan-kejutan agar aku menyadari banyak hal besar. Beliau pada akhirnya menjadi ibu mertua yang tidak akan pernah menggantikan Mama, namun senantiasa berperan layaknya Mama padaku dulu. 

Allah…. Maha baik, mengkabul doa-doa mamaku dimasa lalu sebelum ia memanggilnya. Mama selalu bilang bahwa dia yakin aku akan mendapatkan ibu mertua dan suami yang sangat baik. hingga saat ini, itu yang selalu aku pegang teguh untuk menyadari bahwa yang Allah hadirkan kini benar-benar sudah yang paling baik dan paling aku butuhkan ada dalam kehidupanku kedepan. 

Masyaallah…..

Masa Kecilku Selalu Terkenang

November 20, 2020 0 Comments

Ada banyak hal di masa lalu yang nyaris tak lagi kita temukan hari ini. Beberapa masa lalu yang penuh kesan menarik hingga selalu dirindukan sampai saat ini. WBers sendiri pasti punya masa lalu yang berkesan kan?, apalagi kita yang hidup sebagai anak-anak di era 2000an. Masa kecil kita saat itu, sangat kontradiktif dengan kehidupan anak-anak di masa sekarang. Disadari atau tidak, banyak hal-hal juga kebiasaan khas anak-anak di masa lalu, saat ini benar-benar hilang tak berjejak. 

Beberapa hari belakangan salah satu guru mengajiku semasa kecil berpulang keharibaan Allah SWT. Nggak lama, setelah mendengar kabar itu kami satu keluarga pergi melakukan takziah. Setibanya di rumah duka kami diarahkan untuk memasuki sebuah ruangan yang tak asing bagiku. Sebuah ruang berukuran sekitar 5x5 meter, tanpa banyak terapat furniture di dalamnya. Ruangan tersebut sengaja dibuat tanpa banyak furnitur agar terlihat luas dan cocok untuk menampung anak-anak yang hendak mengaji dalam jumlah yang banyak. 

Seketika aku merasakan kembali atmosfir 20 tahunan yang lalu. Saat di ruangan ini setiap bada magrib aku, kakak perempuanku juga teman-teman sebaya yang lain menghabiskan waktu untuk mengaji, shalat isya berjamaah dan pulang ke rumah dengan hati senang. Aku tersadar bahwa tempat ini benar-benar menyisakan banyak kenangan manis semasa kecil. Dan tiba-tiba sajaaku merindukan segalanya. 

Bagaimana ruangan tersebut rasanya teramat besar bagiku yang saat itu masih bertubuh mungil. Bagaimana saat itu pula dia terlihat sebagai bangunan paling mewah di kampungku. Tak jarang kami menghabiskan waktu disana saat liburan akhir semester tiba, membersihkan dengan senang hati serta penuh kebahagiaan khas anak, tanpa beban hidup yang lebih besar dari sekedar beban menghadapi nilai matematika yang sedang tidak bersahabat. 

Nggak bisa aku pungkiri, bahwa sebagian besar masa kecilku di habiskan di tempat bersejarah itu. Tidak hanya mengaji, kami sempat sering menginap di sana, menghabiskan malam dengan teman sebaya, shalat malam, bangun di waktu subuh lalu setelahnya pergi berjalan kaki hanya untuk berolahraga ringan. Itu semua dilakukan bersama banyak teman yang bahkan membuatku merindukan mereka saat ini. 

Ahhh…. Aku benar-benar rindu momentum itu. Sedih rasanya melihat bangunan yang dulu bagiku tampak mewah, kini lerlihat tua dan rapuh. Entah kenapa pula semakin terasa sempit. Walalupun begitu aku tidak samasekali kehilangan kenangan-kenangan manis saat menginjakkan kembali kakiku di tempat itu. Ingin rasanya kembali ke sanauntuk sekedar bernostalgia mengenang masa terbaik dalam hidup.

Wednesday, November 18, 2020

Bersyukurlah, Karena Sejatinya Pandemi Hadir Bersama Pesan Cinta Maha Kuasa

November 18, 2020 0 Comments

Adakah WBers yang berprofesi sebagai seorang guru?, jika kamu adalah guru pada jenjang pendidikan apapun, kira-kira apa yang paling kamu rindukan dari aktifitas bersekolah yang kurang lebih hampir 9 bulan ini tidak kita lakukan?. Aku rasa setiap guru memiliki cerita dan kesan tersendiri terkait di rumahkannya aktifitas belajar mengajar sejak maret 2020 lalu. 

Pandemi Covid-19 mengukir sejarah besar dunia. Terjadi dan menyebar di seluruh penjuru dunia, melahirkan kebiasaan-kebiasaan baru yang sebelumnya tidak pernah di lakukan. Penggunaan masker yang semula menjadi bagian dari minoritas dalam sebuah tatanan kehidupan kini seketika menjadi sebuah mayoritas. Kemanapun kergi yang kita saksikan adalah pemandangan masyarakat yang kini di dominasi mereka para pengguna masker sekalipun hal itu sama sekali tidak membuat mereka merasa nyaman. 

Eits…… malah kemana-mana nih, jadi langsung aja kita balik lagi ke topik terkait pengalaman WBers sebagai seorang guru yang harus di hadapkan pada kondisi tak biasa seperti saat ini. Apa tantangan terbesar WBers saat mengajar tanpa melakukan tatap muka?. Pasti agak menyulitkan bukan?,apalagi ketika dihadapkan pada permasalahan lain berkenaan dengan kondisi siswa yang berbeda dalam berbagai sisi. 

Perbedaan yang tidak hanya terletak pada karakter dan cara belajar mereka namun beberapa siswa bahkan ada yang kesulitan mengikuti rangkaian pembelajaran secara daring, karena akses digital sebagai modal utama dalam pembelajan ini justru tidak dimiliki sebagian dari mereka. Aku pun mengalami ini dan berusaha melakukan upaya lain untuk tetap memfasilitasi kegiatan belajar seluruh siswa. 

Upaya tersebut mulai dari melakukan pembelajaran luring dimana anak dan orang tua melakukan kerjasama terhadap kami untuk mengambil tugas-tugas yang perlu di kerjakan siswa untuk kemudian mengembalikan hasilnya hingga kami para guru melakukan evaluasi. Di samping itu upaya lain tetap dilakukan untuk memaksimalkan segala bentuk upaya yang telah dilakukan, salah satunya adalah dengan mengunjungi rumah siswa secara bergiliran dan melakukan pembelajaran bersama siswa lain yang rumah tinggalnya tidak jauh dari rmah siswa yang akan di kunjungi. 

Semua yang sudah dilakukan tentu tudak selalu berjalan mulus, hingga kami perlu selalu melakukan evaluasi dan mencari upaya mana yang lebih mudah dan memungkinkan untuk terus dilakukan. Siapa yang membayangkan akan berada pada kondisi saat ini dengan segala tantangan yang mungkin dihadapi. Hari ini memasuki bulan ke sembilan, masih juga belum ada kepastian kapan kita akan mulai kembali ke sekolah. Alih-alih mendapat kabar kapan ke sekolah kita justru di hadapkan pada beragam spekulasi terkait pandemi Covid-19 yang juga disebut-sebut sebagai sebuah konspirasi. 

Wallahu’alam, kita sulit untuk mendeteksi apa yang sebenarnya ternyadi. Namun Allah senantiasa mengetahui dan menurutnya inilah yang paling baik untuk kita hadapi. Bukankah ia tidak semata-mata memberi ujian kepada hamba, jika hamba-Nya tidak memiliki kemampuan untuk melewati setiap ujian dengan baik dan tetap berada di jalan Allah. 

Apapun yang kita hadapi, apapun yang saat ini terjadi mari tetap selalu bersyukur. Tidak hanya itu, mari sama-sama mencari apa pesan sesungguhnya dari Allah untuk kita para penghuni dunia yang kian hari kian renta.

Tuesday, November 17, 2020

Jika Rizky Sepenuhnya Ketetapan Allah, Kenapa Harus Takut?

November 17, 2020 0 Comments
Soal Rizky adalah soal ketetapan. Bagaimana cara Allah memberikan dan seberapa jumlah yang sampai pada kita itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah. Disadari atau tidak rizki tidak datang berdasarkan logika dan pemikiran kita. Sudah tidak asing bukan dengan ungkapan bahwa ada rizki yang datang dari arah tak terduga atau rizki yang tidak di sangka datang menyapa. Demikianlah rizki sejatinya kadang ia hadir tak berlogika.

Kadang kita dihadapkan pada satu kondisi mempertanyakan kenapa rizki yang sampai jumlahnya sedikit padahal kita sudah sangat bekerj keras?. Hingga tak jarang merasa kekurangan bahkan mengeluhkannya. Atau kasus lain tentang seseorang yang enggan untuk memulai usaha karena takut produk nya tidak laku terjual. Sesungguhnya itu pengalaman pribadi saya sendiri. 
Dengan kata lain secara tidak langsung kita belum memahami dan meyakini bahwa rizki tidak bekerja dengan logika seperti itu. 

Terkadang kita merasa sudah bekerja dengan keras untuk hasil yang maksimal. Namun pada akhirnya ternyata memperoleh hasil yang kita rasa belum maksimal. Secara logika itu terlihat kontradiktif dengan pemikiran manusia. Namun bagi Allah, barangkali yang kita sudah dapatkan sejatinya memang itu yang betul-betul kita butuhkan, memberi kecukupan serta baik menurut Allah. Dan ini bisa terjadi dalam kasus yang sebaliknya. Bukan karena Allah memberi kita jarak dengan keadilan, namun di balik itu selalu Allah selipkan banyak pelajaran. 

Pada kasus berikutnya, ketika seseorang berfikir untuk tidak memulai sebuah bisnis karena takut, barang yang ditawarkan nya tidak laku terjual. Lagi lagi ini adalah sebuah pemikiran yang jauh dari memahami rizki sejatinya adalah sebuah ketetapan. Dari sebuah artikel yang pernah saya baca, bahwa dalam berbisnis atau dalam konteks apapun semua terjadi karena Allah yang menggerakkan sesuatu terjadi. Begitu pun menggerakkan seorang pembeli untuk membeli barang atau jasa yang kita jual. 

Siang ini melihat secara langsung bagaimana rizki tidak terjadi berdasarkan permainan fikiran yang logis. Siang ini saya harus mengikuti BIMTEK penggunaan rapot digital untuk jenjang Raudhatul Athfal. Di perjalanan kami singgah di pom bensin yang cukup ramai. Saat tiba di area pom bensin, mobil kami dihampiri 2 pedagang asongan yang menjual beberapa jenis camilan. Pedagang pertama lebih dulu datang, sementara kami masih assik mengobrol di dalam mobil. Berhubung sudah terlalu banyak ngemil kami mayoritas tidak tertarik untuk membeli. 

Kemudian di sisi yang berlawanan seorang pedagang lain dengan jenis barang yang sama pun menawarkan dagangannya dengan mengetuk kaca jendela mobil. Saya menduga tidak ada diantara kami yang berada di dalam mobil tertarim untuk membeli, mengingat seharian tadi banyak makanan yang sudah kita makan. Namun ternyata tidak demikian bagi Allah. Salah satu teman yang duduk di sisi dimana pedagan kedua berada tiba-tiba membuka kaca jendela dan membeli beberapa macam camilan yang kemudian dibagikannya kepada semua orang di dalam mobil. 
 
Semula saya berfikir jika pun ada di antara kami yang membeli maka pedagang pertama lah yang akan terjual dagangannya karena dia datang lebih awal dan kedua nya menjual dagangan yang sama. Tapi tentu tidak demikian ternyata, faktanya penjual nomor dua lah yang Allah izinkan untuk terjual dagannya saat itu. Pasalnya salah satu teman yang duduk di sisi sebelah kiri searah dengan tempat berdiri si pedagang nomor 2. Dia melihat pedagang itu  membawa makanan kesukaannya yakni kripik sukun, sontak iya membuka kaca jendela dan meminta pedagang untuk memberikannya beberapa bungkus keripik sukun tersebut. 

Proses transaksi teman dan penjual makanan berjalan seperti biasa. Di sisi kanan ku saksikan pedagang pertama membalikkan tubuhnya dan berlalu, tampak raut kekecewaan namun aku jelas tak bisa menafsirkan makna sesungguhnya  di balik raut wajah itu. Apakah iya benar-benar kecewa atau mungkin setelahnya ia justru menyadari bahwa apa yang dialaminya saat itu adalah sebuah ketetapan Allah atas dirinya. 

Meninggalkan pom bensin dan melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan aku berusaha menangkap apa yang bisa aku pelajari dari peristiwa itu. Perihal rizki sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah SWT, siapa pun tidak akan mampu untuk menukar dan memilih rizki yang mana bisa kita dapatkan. Dengan begitu perlukah kita takut akan rizki hari esok, jika sesungguhnya semua rizki akan sampai di tangan sesuai dengan yang ingin Allah berikan, maka itu lah hak kita atas sebuah ketetapan Allah lalu syukurilah. 

Sunday, November 15, 2020

Antonim

November 15, 2020 1 Comments

Sumber : Syiarnusantara.id



Dalam hening aku rindu keramaian

Siapa yang mungkin akan membawaku kesana?

Ke tempat ramai itu.

dalam hening pandanganku pun terbatas dinding

Apakah gelap atau terang di luar sana?, entahlah.



Aku semakin sulit menjelaskan

Dalam hening air mataku berkejaran

Namun bumi tak mengetahuinya

Sengaja tak ku katakan, apalagi tunjukkan

Aku terbiasa menyimpannya



Rindu……

Angin segar dalam riuh tawa keramaian

Berbagi juga menyaksikan

Tawa demi tawa menari mengudara

Melukis kegembiraan, mengukir kisah



Kini aku di keramaian

Ku temukan riuh serta tawa

Ku saksikan keduanya hendak menyapa

Yang terjadi padaku tak terduga

Dalam keramaian aku merasa sepi.






Saturday, November 14, 2020

Cara Mengenal Karakter Asli Seseorang

November 14, 2020 0 Comments
picture by : www.gooogle.com


              

Di tanyai kenapa kamu jatuh cinta sama dia?, dan kamu lantas menjawab “Aku jatuh cinta karena dia baik”. Logis dan sejalan dengan hakikat seseorang mencintai pada umumnya. Kita jatuh cinta kepada seseorang karena merasa dia memiliki kepribadian baik, bersikap dan memperlakukan kita dengan baik pula. Terkadang dengan hanya melihat danmerasa bagaimana dia memperlakukan kita sebagai orang yang diinginkannya tentu itu belum cukup menunjukkan bahwadia adalah benar-benar pribadi yang baik. 

Perlu kita ingat WBers, bahwa siapa pun yang menginginkan kita, berharap mendapatkan balasan atas perasaannya terhadap seseorang , tentu dia akan selalu menunjukkan hal-hal yang paling baik di hadapan orang yang diinginkannya. Menjaga serta melakukan kontrol terhadap dirinya sendiri agar terlihat dan terkesan baik. 

Lalu bagaimana kita bisa melihat dan mengetahui bahwa kepribadian seseoran benar-benar baik berdasarkan sifat aslinya. Penasaran kan gumana caranya, ini dia cara mengetahui karakter asli seseorang yang di lansir dari kanal youtube Henny Kristianus . 


Melihat reaksinya ketika dihadapkan pada sebuah tekanan

Biasanya sifat asli seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia bereaksi terhadap sesuatu yang membuatnya tertekan. Marahkah atau justru dia bisa bersikap lebih santai. Mampu lebih cepat mengendalikan kemarahannya dan tidak berlebihan memberi reaksi yang menunjukkan ketidak nyamanannya. 

Lihat bagaimana dia memperlakukan orang yang lemah

Ketika seseorang di hadapkan pada orang lain yang memiliki posisi lebih rendah darinya misal Asisten rumah tangganya, supir atau tukang kebunnya, lihat bagaimana dia memperlakukan mereka. Dari sana WBers bisa dapat gambaran bagaimana karakter asli seseorang . 

Perlakuannya terhadap lingkungan keluarga dan orang tua.

Jika seseorang menyayangi keluarganya, ibunya, ayah serta saudara-saudaranya, care dengan keluarganya., maka percaalah bahwa ia akan menyayangi istri yang ia nikahi dan anak sebagai darah dagingnya kelak. 

Lihat gaya hidupnya 

WBers bisa melihat bagaimana karakter asli seseorang dari bagaimana dia berbicara dengan orang lain, apa saja topic-topik yang lebih sering ia bicarakan. Apa yang sering ia bicarakan itu , akan mengungkapkan isi hati dan fikirannya. Ajaklah ngobrol santai, teman yang tengah dekat dengan WBers. Dari obolan tersebut lhat kembali apa yang lebih banyak ia bicarakan untuk mengetahui mental seperti apa yang ia miliki. 

Keempat point itu nggak ada salahnya untuk WBers coba, siapa tau bermanfaat dan WBers lebih mudah melihat karakter asli seseorang. Hal ini tentu penting agar kita tidak di perdaya oleh wajah yang tampan atau cantik, namun kepribadiannya justru tidak mencerminkan kecantikan dan ketampanan fisiknya. 









Friday, November 13, 2020

Kiat Menghancurkan Tembok “Ide Mentok” Ketika Menulis

November 13, 2020 0 Comments


Menulis dari bebagai sisi memiliki makna tersendiri. Bagaimana menulis dapat memberi dampak yang berbeda bagi seseorang. Self healing salah satu dampak positif dari kebiasaan menulis. Namun tak jarang bagi mereka yang menulis dengan deadline lambat laun merasa terbebani dengan aktifitas menulis. Aku menyaksikannya langsung dari\ curhatan seorang penulis scenario sebuah sinetron stripping, di akun sosial medianya. Dia mengungkapkan kelelahan dan kewalahannya menulis scenario dengan deadline yang membuatnya terdesak hingga menurutnya ia hampir saja menjadi gila. 

Namun apapun itu, menulis merupakan aktifitas yang memerlukan beberapa keterampilan, keterampilan mengolah kata, keterampilan menyusun alur tulisan dan keterampilan-keterampilan lain yang mempengaruhi isi dari sebuah tulisan. Di samping itu menulis juga memerlukan latihan serta upaya-upaya seorang penulis agar tulisannya dapat di selesaikan. 

Banyak penulis yang kesulitan menyelesaikan tulisannya. Bahkan beberapa penulis telah menyelesaikan hampir setengah jalan namun harus rela tertunda hingga bingung mau di apakan tulisan itu, karena mereka merasa buntu untuk melanjutkan tulisannya sendiri. hingga muncul pernyataan “Ide mentok, dan tulisan sulit dikembangkan”. 

Mungkin kurang baca atau tidak melakukan riset dan belum memahami teknik menulis dari genre yang sedang di garap. Beragam kemungkinan tersebut bisa saja terjadi, namun bagaimana dengan penulis yang memang semakin sulit mengembangkan tulisannya setelah melakukan banyak upaya termasuk semakin banyak membaca, riset dan mempelajari teknik-teknik menulis. Aku sendiri baru-baru ini berada pada kondisi tersebut, rasanya cukup gemas pada diri sendiri kenapa tidak mampu mengembangkan tulisan yang telah di buat. 

Seperti memperoleh angin segar karena hal tersebut di alami banyak penulis bahkan mereka yang notabene penulis besar pun masih mengalami itu. Siang ini lihat IG story Mbak Marita Ningtyas, salah satu blogger perempuan favoritku. Dia membagikan sebuah postingan seorang mentor menulis yaitu kak TeSiang ini lihat IG story Mbak Marita Ningtyas, salah satu blogger perempuan favoritku. Dia membagikan sebuah postingan seorang mentor menulis yaitu kak Tendi Murti. Postingan tersebut berisi bagaimana kiat melanjutkan tulisanyang sudah setengah jalan. 

Yang membuatku tertarik untuk membuka postingan kak Tendi adalah kutipan yang ku lihat di IG story Mbak Marita. Kira-kira seperti ini “Semakin banyak Maksiat, tulisan semakin mampat. Semakin banyak bertaubat tulisan semakin kuat”.